Liga Italia

PENGKHIANATAN, jadi Alasan Liga Italia Serie A Lebih Bergairah, Bukan Faktor Cristiano Ronaldo

Liga Italia Serie A lebih bergairah bukan karena faktor Cristiano Ronaldo, melainkan 'pengkhianatan' pelatih Juventus, Napoli, Inter, dan AC Milan

PENGKHIANATAN, jadi Alasan Liga Italia Serie A Lebih Bergairah, Bukan Faktor Cristiano Ronaldo
www.soccerbible.com
PENGKHIANATAN, jadi Alasan Liga Italia Serie A Lebih Bergairah, Bukan Faktor Cristiano Ronaldo 

TRIBUNKALTIM.CO , ITALIA - PENGKHIANATAN, jadi Alasan Liga Italia Serie A lebih menarik, bukan faktor Cristiano Ronaldo

Kompetisi sepak bola Liga Italia,Serie A perlahan mulai bergairah, sejak kedatangan Cristiano Ronaldo ke Juventus musim 2018/2019 lalu.

//

Aroma pengkhianatan di balik sosok pelatih 4 klub besar, Juventus, Napoli, Inter Milan, dan AC Milan, bakal memanaskan rivalitas di Liga Italia Serie A musim 2019/2020.

Jelang bergulirnya musim 2019/2020, faktor pengkhianatan para pelatih Juventus, Napoli, Inter Milan, dan AC Milan menjadi alasan Liga Italia Serie A lebih bergairah dan layak dinanti.

Pasca kasus Calciopoli, praktis Liga Italia Serie A kehilangan taringnya, terutama lenyap dari tayangan layar kaca televisi di Indonesia.

Namun musim 2019/2020 ada alasan Liga Italia Serie A lebih menarik, seru, dan bergairah ketimbang musim-musim sebelumnya.

Alasan tersebut muncul bukan karena faktor Cristiano Ronaldo di Juventus.

Melainkan berkat aroma pengkhianatan yang melibatkan 4 pelatih klub besar, Antonio Conte di Inter, Maurizio Sarri di Juventus, Marco Giampaolo di AC Milan, dan Carlo Ancelotti di Napoli.

Tiga klub besar Liga Italia Serie A macam Juventus, Inter, dan AC Milan resmi memiliki pelatih baru jelang bergulirnya musim 2019/2020.

Sosok pelatih yang dimaksud antara lain Maurizio Sarri di Juventus, Antonio Conte di Inter, dan Marco Giampaolo sebagai allenatore AC Milan.

Kehadiran mereka membawa aroma pengkhianatan di Liga Italia Serie A musim ini, termasuk keberadaan pelatih Napoli, Carlo Ancelotti.

Baca Juga:

Antonio Conte Jadi Jaminan Inter Raih Scudetto, Berikut Statistiknya di Liga Italia Serie A

Resmi, Persaingan Scudetto Liga Italia Serie A Musim 2019-2020 Kental Bernuansa Chelsea

Aroma pengkhianatan para pelatih ini saling berkaitan dengan empat klub yang dimaksud.

Berikut pengkhianatan para pelatih klub besar Liga Italia Serie A musim 2019/2020.

1. Antonio Conte

Pada pengujung bulan Mei, Inter sukses merekrut Antonio Conte sebgai pelatih anyar mereka untuk musim 2019/2020.

Kehadiran Antonio Conte untuk menggantikan kursi pelatih yang bseleumnya diduduki Luciano Spaletti.

Kedatangan Antonio Conte ke Inter menghebohkan publik Negeri Pizza.

Pasalnya Antonio Conte merupakan pemain dan pelatih lekat dengan Juventus, yang notabene rival abadi Inter di Liga Italia Serie A.

Sikap Antonio Conte yang menerima tawaran sebagai pelatih Inter dianggap sebagai pengkhianatan terbesar abad ini oleh para Jventini.

Antonio Conte membela Juventus sejak 1992 - 2004 sebagai pemain tengah.

Di Juventus, Antonio Conte bermain 420 pertandingan dengan koleksi 44 gol.

Antonio Conte saat berseragam Juventus
Antonio Conte saat berseragam Juventus (REUTERS)

Selama aktif sebagai pemain di Juventus Antonio Conte turut mempersembahkan 5 scudetto, satu Coppa italia, satu Piala Champions, 5 Super Italia, 1 piala UEFA, Satu Piala Toyota, dan satu piala super Eropa.

Bahkan Antonio Conte pernah menjabat sebagai kapten Juventus saat masih aktif bermain.

Sedangkan saat menjadi pelatih Juventus, Antonio Conte sukses membawa 3 Scudetto berturut-turut sejak tahun 2011-2013, ditambah satu Super Italia.

Antonio Conte saat menjadi pelatih Juventus
Antonio Conte saat menjadi pelatih Juventus (calciofinanza)

Atas raihan prestasi tersebut wajar saja para fans Juventus sangat mencintai Antonio Conte, dan menyayangkan sikapnya memilih menukangi Inter Milan.

Terkait kepindahannya ke Inter Milan, Antonio Conte tak mempermasalahkan dirinya dicaci dan diminta dihapus dari jajaran legenda Juventus.

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte
Pelatih Inter Milan, Antonio Conte (inter.it)

"Wajar saja untuk bisa bekerja di klub berbeda, Saya justru tidak sabar untuk membawa Inter ke tempat mereka semestinya. Fans telah banyak berharap, dan mereka akan melakukan yang terbaik untuk mendukung tim," ujar Antonio Conte saat sesi perkenalan sebagai pelatih Inter.

2. Maurizio Sarri

Aroma pengkhianatan berikutnya ada pada sosok Maurizio Sarri yang bakal memanaskan rivalitas Juventus dan Napoli.

Juventus secara resmi merekrut Maurizio Sarri dari Chelsea sebagai pelatih kepala.

Kehadiran Maurizio Sarri sempat membuat berang warga Naples, lantaran pria berusia 60 tahun itu merupakan warga asli Naples dan pernah menukangi Napoli.

Memilih Juventus merupakan suatu pengkhianatan bagi warga Naples, sebab Maurizio Sarri berperan penting dalam pencapaian Napoli bersaing di Liga Italia Serie A selama beberapa tahun terakhir sebelum hijrah ke Chelsea.

Pelatih baru Juventus, Maurizio Sarri
Pelatih baru Juventus, Maurizio Sarri (juventus.com)

Kepindahan Maurizio Sarri ke Juventus membawa aroma pengkhianatan.

Faktanya, saat menjadi pelatih Napoli dua tahun lalu, Maurizio Sarri pernah tertangkap kamera mengacungkan jari tengah ketika bertemu fans Juventus.

Peristiwa itu terjadi jelang laga tandang Napoli kontra Juventus pada 22 April 2018 silam.

Kala itu Maurizio Sarri dan para skuat Napoli disambut dengan nyanyian bernada sindiran oleh fans Juventus.

Tersulut emosi, Maurizio Sarri lantas mengacungkan jari tengah ke arah fans Juventus ketika berada di bangku depan bus.

Maurizio Sarri mengacungkan jari tengah ke fans Juventus
Maurizio Sarri mengacungkan jari tengah ke fans Juventus (SportBibble)

Kini, penggemar klub yang pernah dibencinya itu malah menjadi sumber dukungan utama Maurizio Sarri dalam mempertahankan kejayaan Juventus di Liga Italia Serie A.

Tentu kehadiran Maurizio Sarri di Juventus akan membuat publik Naples memberikan tekanan padanya saat bersua di Napoli.

Menarik untuk menyaksikan drama Maurizio Sarri dalam laga Napoli vs Juventus muisim ini.

3. Marco Giampaolo

AC Milan resmi meminang Marco Giampaolo sebagai pelatih anyar mereka musim 2019/2020.

Nama Marco Giampaolo memang tidak ada hubungan secara langsung dengan klub besar lainnya, karena ia sebelumnya menukangi Sampdoria.

Kendati demikian, Marco Giampaolo ternyata adalah sosok Interista alias pendukung Inter Milan.

Pelatih AC Milan, Marco Giampolo
Pelatih AC Milan, Marco Giampolo (ACMilan.com)

Bahkan Marco Giampaolo pernah blak-blakan menyatakan dirinya sebagai Interista.

Bukan hanya sekali, melainkan berkali-kali Marco Giampaolo mengakui bahwa dirinya adalah Interista sejati.

Dikutip dari harian Italia, La Repubblica, 12 Oktober 2017, Marco Giampaolo mengaku sebagai penggemar Inter sejak kecil.

"Saya selalu melihat ke depan, dengan realistis. Sebagai seorang anak saya adalah Interista, satu hari saya pernah masuk di markas Inter. Lalu sekolah sepak bola di rumah saya, di Giulianova, dan pada usia enam puluh saya mengambil gambar Inter, saya meninggalkan bingkai itu," katanya.

Tak hanya itu, bahkan Marco Giampaolo blak-blakan memiliki 'hasrat' untuk Inter dan ingin melatih mereka suatu hari nanti.

"Aku penggemar Inter. Saya sudah mendukung mereka sejak saya masih kecil," tuturnya kepada La Repubblica.

Marco Giampaolo
Marco Giampaolo (Sportsky.it)

"Setelah itu, jelas. Pertama sebagai pemain, kemudian sebagai Pelatih, Anda memikirkan minat anda sendiri dan klub tempat anda bekerja, tetapi mereka (Inter) selalu menjadi tim di hati saya. Gairah ada di sana," tuturnya lagi.

Saat menukangi Sampdoria, Marco Giampolo blak-blakan menginginkan menjadi pelatih Inter suatu hari nanti.

“Saya ingin melatih mereka hanya untuk satu hari. Setelah Samp, di mana saya merasa hebat karena mereka memungkinkan saya untuk bekerja tanpa tekanan berlebihan atau gangguan eksternal, kursi pelatih Inter bisa menjadi tujuan berikutnya yang indah.

4. Carlo Ancelotti

Nama Carlo Ancelotti memang sudah sejak musim lalu resmi menukangi Napoli.

Namun pengkhianatan tetap tak luput dari sosok Carlo Ancelotti, lantaran sangat lekat dengan AC Milan.

Bersama AC Milan, karir Carlo Ancelotti dimulai sebagai pemain medio 80an.

Carlo Ancelotti menjadi pemain AC Milan sejak musim 1987 - 1992. Di AC Milan, Carlo Ancelotti mencatatkan 160 penampilan dengan 11 gol.

Carlo Ancelotti (kiri) ketika masih menjadi pemain AC Milan
Carlo Ancelotti (kiri) ketika masih menjadi pemain AC Milan (ACMilan.com)

Sama seperti Antonio Conte, Carlo Ancelotti berposisi sebagai pemain tengah.

Sebagai pemain, Carlo Ancelotti juga meraih banyak gelar bersama AC Milan dengan raihan 2 Piala Champions, 2 Scudetto, 2 Super Italia, dan dua piala Super Eropa.

Prestasi itu turut menular kala Carlo Ancelotti menjabat pelatih AC Milan.

Don Carletto berhasil mempersembahkan dua Liga Champions, dua Piala Super Eropa, satu Scudetto, satu Coppa Italia, satu piala Dunia antar Klub, dan satu Super Italia.

Carlo Ancelotti saat menjadi pelatih AC Milan
Carlo Ancelotti saat menjadi pelatih AC Milan (SCOOPNEST)

Kini Carlo Ancelotti menukangi Napoli, yang notabene rival AC Milan di Liga Italia Serie A.

Tentu Carlo Ancelotti akan mengutamakan profesionalitas saat bertemu AC Milan, apalagi ia ditargetkan harus memenangi gelar musim ini bersama Napoli.

Jadwal Kick Off Liga Italia Serie A belum jelas

Di saat sejumlah Liga sudah membeberkan jadwal kick off musim baru 2019/2020, hanya Liga Italia Serie A yang masih adem-ayem.

Seperti diketahui Liga Inggris akan memulai Kick Off musim 2019/2020 pada Jumat 9 Agustus 2019.

Bundesliga Jerman akan memasuki musim anyar pada 16 Agustus 2019.

Sedangkan La Liga Spanyol pada 18 Agustus 2019.

Sementara itu Liga Italia Serie A, hingga berita ini ditulis, belum membeberkan jadwal pertandingan pekan pertama musim 2019/2020.

Musim lalu, kick off Liga Italia Serie A dimainkan pada 18 Agustus 2018.

Diprediksi Liga Italia Serie A akan memulai kick off musim 2019/2020 pada tanggal yang tak jauh beda dengan musim lalu.

Kita nantikan saja, sambil berharap kemurahan hati stasiun televisi di Indonesia menyiarkan Liga Italia Serie A secara gratis.

Ciao...

(*)

(TribunKaltim.co / Cornel Dimas Satrio K)

Subscribe Official YouTube Channel:

Baca juga:

Seleksi P3K/PPPK 2019 Duluan dari CPNS, yang Lulus Masih Bisa Ikut CPNS 2019? Begini Ketentuannya

Tak Pinjam Uang Tiba-tiba Ada Tagihan Rp8juta dari Bank, Puluhan Warga Syok dan Mengadu ke Ketua RT 

Lagi, Hubungan Terlarang Saudara Kandung Terjadi di Lampung Utara, Tercium Setelah Sang Adik Hamil

BERIKUT Nama MENTERI yang Mungkin Tinggalkan Kabinet JOKOWI, dari Kena Tegur hingga Terkait Korupsi

8 IDOL KPOP Selain Mina TWICE yang Juga Alami Gangguan Kesehatan Mental, Ada Suga BTS hingga IU

Penulis: Cornel Dimas Satrio
Editor: Budi Susilo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved