Telur Penyu dari Bulungan, Tertangkap di Berau Ternyata Milik Warga Tarakan, Diamankan di Sangalaki

BT mengaku membeli satu butir telur penyu seharga 1 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp 2.400. Menurutnya, telur penyu itu pesanan warga Samarinda

Telur Penyu dari Bulungan, Tertangkap di Berau Ternyata Milik Warga Tarakan, Diamankan di Sangalaki
Tribunkaltim.co, Geafry Necolsen
Ratusan butir telur penyu yang diamankan oleh Polres Berau, telah ditanam di tempat penetasan telur penyu Pulau Sangalaki dan dalam pengawasan BKSDA Kaltim. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Penyelidikan upaya penyelundupan 600 butir telur penyu yang diamankan oleh Polres Berau beberapa hari lalu, ternyata melewati rantai distribusi yang cukup panjang.

Telur penyu yang diamankan di Kabupaten Berau itu, diketahui merupakan milik warga Tarakan berinisial BT (61). BT ditangkap polisi di Kabupaten Tana Tidung (KTT), Kalimantan Utara.

Dari pemeriksaan terhadap KB (30) yang berprofesi sebagai supir ekspedisi, BT disebut-sebut sebagai pemilik telur penyu itu. Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono melalui Kasat Reskrim AKP Agus Arif Wijayanto, mengatakan, kepada polisi, BT mengaku membeli telur penyu tersebut dari seseorang di Tawau, Malaysia.

BT mengaku membeli satu butir telur penyu seharga 1 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp 2.400. Menurutnya, telur penyu tersebut merupakan pesanan warga di Samarinda.

“Ini hasil pengembangan pengakuan sopir yang membawa telur penyu dari Bulungan menuju Samarinda,” ungkap Kasat Reskrim AKP Agus Arif Wijayanto. Di Samarinda, telur tesebut dihargai Rp 7.000 perbutir. Namun Polres Berau belum bersedia mengungkap identitas pemesan telur penyu tersebut.

Polisi menduga, BT merupakan jaringan internasional perdagangan telur penyu, karena dalam kasus ini, melibatkan warga negara lain. “Kasus ini akan kami dalami lagi, apakah pelaku ini ada hubungannya dengan organisasi yang lebih besar atau hanya mereka saja yang terlibat,” ungkap Kasat Reskrim AKP Agus Arif Wijayanto.

Telur penyu diterima langsung oleh Dheny Mardiono, Kepala Bidang Konservasi Wilayah I, Kalimantan Timur. Rencananya, ratusan telur penyu ini akan ditetaskan di Pulau Sangalaki yang dijadikan pulau konservasi penyu.
Telur penyu diterima langsung oleh Dheny Mardiono, Kepala Bidang Konservasi Wilayah I, Kalimantan Timur. Rencananya, ratusan telur penyu ini akan ditetaskan di Pulau Sangalaki yang dijadikan pulau konservasi penyu. (TribunKaltim.Co/Geafry Necolsen)

Saat ini, ratusan telur penyu tersebut telah dievakuasi ke Pulau Sangalaki, yang menjadi pusat konservasi penyu di Kabupaten Berau. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berupaya menetaskan ratusan telur penyu tersebut.

Namun Dheny Mardiono, Kepala Bidang Konservasi Wilayah I, Kalimantan Timur, mengatakan, kemungkinan telur penyu itu menetas hanya sekitar 60 persen, bahkan bisa kurang dari itu. Meski demikian, Dheny Mardiono berjanji akan berupaya yang terbaik, agar peluang telur penyu menetas sesuai dengan yang diharapkan.

Menurut Dheny Mardiono, semakin lama telur penyu berada di luar sarang (pasir) pantai atau terlalu sering kontak dengan tangan manusia, terguncang-guncang selama proses pengangkutan, semakin besar kemungkinan mengalami kerusakan.

“Telur penyu sudah kami bawa ke tempat penetasan di Pulau Sangalaki dan sudah ditanam dalam 6 sarang,” ujar Dheny Mardiono.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved