Hapus Citra Pasar Segiri Jadi Tempat Peredaran Narkoba, Warga Diminta Turut Tangkap Pengedar

Citra Pasar Segiri yang identik sebagai tempat transaksi narkoba sehingga warga sekitar, diminta turut serta dalam pemberantasan narkoba

Hapus Citra Pasar Segiri Jadi  Tempat Peredaran  Narkoba, Warga Diminta Turut Tangkap Pengedar
TribunKaltim.CO/HO/Polresta Samarinda
REMBUG TEPIAN - Jajaran Polresta Samarinda bersama TNI melakukan pertemuan dengan masyarakat disekitar komplek pasar Segiri, membahas mengenai pemberantasan narkoba dan proses normalisasi sungai Karang Mumus (SKM). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Upaya pemberantasan narkotika tidak hanya dilakukan aparat dengan melakukan penindakan saja, namun juga upaya pendekatan ke masyarakat secara langsung.

Belum lama ini, jajaran Polresta Samarinda, bersama TNI melaksanakan Rembuk Tepian di komplek Pasar Segiri.

Dipilihnya Pasar Segiri sebagai tempat pertemuan, karena pasar tradisional tersebut merupakan salah satu kawasan rawan peredaran narkotika.

Citra Pasar Segiri yang identik sebagai tempat transaksi narkoba pun membuat warga sekitar resah. Hal itu  yang membuat warga sekitar, akan turut serta dalam pemberantasan narkoba bersama aparat.

Pada pertemuan tersebut warga dari tiga RT yang ikut serta diantaranya RT 26, 27 dan 28.

Kasat Reskoba Polresta Samarinda, Kompol Markus menerangkan, hasil dari pertemuan tersebut, warga setuju terhadap upaya pemberantasan narkoba di kawasan itu.

"Warga setuju, karena mereka juga selama ini resah, di saat waktunya istirahat, mereka malah terganggu dengan aktivitas peredaran narkoba," ucapnya, Senin (15/7/2019).

Terkait dengan kondisi Pasar Segiri saat ini, ia menjelaskan pihaknya sering melakukan penindakan, termasuk membongkar titik-titik transaksi narkoba.

Namun demikian, pelaku saat ini tidak lagi menggunakan sistem loket saat transaksi, melainkan standby di suatu tempat menunggu pelanggan.

Kendati demikian, aktivitas peredaran narkotika telah jauh menurun dibandingkan dengan dulu. Saat ini pelaku beroperasi dengan memanfaatkan kelengahan petugas.

"Sekarang ini pengedar beroperasi dengan sistem muncul hilang, tidak lagi pakai loket, mereka hit and run, jadi kalau kita ada  langsung lari," terangnya.

"Kita sudah sampaikan ke masyarakat, kalau ada transaksi maupun pengguna narkoba, segera laporkan. Biar bisa ditindak, dan wilayah Pasar Segiri bebas narkoba. Kalau ada temukan pengedar tangkap ramai-ramai, baru serahkan ke kami," sambungnya.

Warga pun diminta komitmen terhadap pemberantasan narkoba.

Sementara itu, Kasat Binmas Polresta Samarinda, Kompol Maryono menambahkan, selain pertemuan membahas mengenai peredaran narkoba. Pihaknya juga melakukan sosialisasi terhadap rencana normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM), yang dimulai pada, Senin (15/7) hari ini.

Warga di sekitar bantaran SKM diminta untuk tetap tenang atas normalisasi itu. Warga juga diminta untuk mendukung upaya pemerintah dalam penanggulangan banjir di Samarinda.

"Sekaligus mengenai proses normalisasi SKM, itu juga kita sosialisasikan ke masyarakat. Warga harus mendukung upaya tersebut untuk penanggulangan banjir," tambahnya.

"Terkait dengan rumah warga yang menjorok ke SKM, itu nanti akan diselesaikan dahulu oleh pemerintah daerah dengan warga," tutupnya. (*)

Subscribe Official YouTube Channel:

Baca juga:

Ponsel Vivo S1 akan Lahir 16 Juli 2019, Seperti Apa Spesifikasi dan Harga Smartphone, Ini Ulasannya

Kontes Miss Korea Menuai Protes, Gara-gara Pakaian Tradisional, Hanbok yang Disebut Terlalu Seksi

BREAKING NEWS Toyota Fortuner dan Truk Adu Banteng di Km 67 Kukar, Sopir Kejepit Tak Bisa Keluar

SORE INI, Matahari Tampak Tepat di Atas Kabah, Berikut Cara Memperbaiki Kiblat di Rumah

Hari Pertama Masuk Sekolah, Mohammad Fatah Sempat Marah Karena Celana Seragam Kebesaran

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved