Analisa Pakar Hukum Internasional Soal Pemulangan Rizieq Shihab, Soroti Aturan Hukum Arab Saudi

Pakar Hukum Internasional Prof Hikmahanto Juwana menilai pemulangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab bukan terhadang imigrasi

Analisa Pakar Hukum Internasional Soal Pemulangan Rizieq Shihab, Soroti Aturan Hukum Arab Saudi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Rizieq Shihab saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017). Rizieq Shihab diperiksa terkait kasus dugaan makar untuk tersangka Sri Bintang Pamungkas dan Rachmawati Soekarnoputri. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pakar Hukum Internasional Prof Hikmahanto Juwana menengarai pemulangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab bukan terhadang soal keimigrasian.

Hikmahanto Juwana menuturkan, ada beberapa faktor kemungkinan yang menyebabkan Rizieq Shihab belum kembali ke Jakarta sampai saat ini.

Hal tersebut dikatakan Pakar Hukum Internasional Prof Hikmahanto Juwana saat menjadi narasumber di program acara Fakta di kanal YouTube Talkshow Tv One pada Selasa (16/7/2019).

Di awal perbincangan, Hikmahanto Juwana menegaskan, pemulangan WNI ditentukan otoritas Arab Saudi.

Hikamahanto Juwana menilai, penyebab penghambat WNI kembali itu lebih berkaitan dengan hukum di sebuah negara dimana ia berada.

"Biasanya bukan masalah keimigrasian tetapi berkaitan dengan hukum di negara tersebut," ucap Hikamahanto.

"Mungkinkah ada dugaan permintaan pemerintah Indonesia atau institusi tertentu untuk mencegah Rizieq Shihab kembali?" tanya pembawa acara.

"Kalau misalnya Pemerintah Indonesia meminta ke Arab Saudi itu seolah-olah pemerintahan mereka bisa didikte oleh Indonesia," ungkap Hikamahanto.

Hikamahanto Juwana menyatakan, apa yang menjadi dasar hukum Arab Saudi menahan Rizieq Shihab kembali ke Indonesia apabila adanya permintaan tersebut.

"Kalau ada tindakan Arab Saudi menahan maka Rizieq Shihab bisa mempermasalahkan ini ke Pengadilan di Arab Saudi dsbnya karena mereka tak punya dasar kuat untuk mehanan sebenarnya.

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved