Gempa Bali, Cerita Dibalik Tradisi Pukul Kentongan dan Teriak Idup-Idup Saat Terjadi Bencana

Ada mitos dan tradisi dibali bencana gempa Bali yang merusak sejumlah bangunan. Diantaranya tradisi memukul kentongan yang dilakukan masyarakat

Gempa Bali, Cerita Dibalik Tradisi Pukul Kentongan dan Teriak Idup-Idup Saat Terjadi Bencana
Tribun Bali/Rizal Fanany
Bangunan tembok batu bata Pura Agung Lokananta di Denpasar berserakan setelah diguncang gempa berkekuatan 5,8 SR 

TRIBUNKALTIM.CO - Gempa Bali, Cerita Dibalik Tradisi Pukul Kentongan dan Teriak Idup-Idup Saat Terjadi Bencana.

Masyarakat Pulau Dewata punya tradisi saat terjadi bencana, berupa memukul kentongan dan diiringi teriakan idup, idup.

Diketahui, Selasa (16/7/2019), gempa Bali bermagnitudo 5,8 merusak banyak bangunan di Pulau Dewata, ini.

Bencana gempa Bali ini membuat masyarakat yang berada di dalam rumah berhamburan ke luar rumah.

Bahkan gempa Bali ini menimbulkan kerusakan di beberapa tempat.

Namun di balik terjadinya suatu gempa ada kebiasaan unik dari masyarakat Bali.

Ketika terjadi gempa mereka akan berlari sambil berteriak idup, idup, idup.

Selain itu ada pula yang memukul kentongan.

Apa makna semua itu?

Menurut Dosen Prodi Bahasa Bali Unud yang juga penekun lontar, Putu Eka Guna Yasa mengatakan kebiasaan masyarakat Bali yang berteriak idup idup sambil membunyikan kentongan merupakan tradisi lisan yang diteruskan secara turun-temurun.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved