Mahkamah Agung Kembali Tolak Permohonan Prabowo-Sandi, Kuasa Hukum Nilai Putusan Bernuansa Politis

Mahkamah Agung menolak permohonan Prabowo-Sandi terkait kecurangan TSM. Kuasa hukum nilai putusan ini bernuansa politis, ini penjelasannya

Mahkamah Agung Kembali Tolak Permohonan Prabowo-Sandi, Kuasa Hukum Nilai Putusan Bernuansa Politis
Tribunnews/Jeprima
Presiden Joko Widodo saat bertemu calon presiden Prabowo Subianto usai sama-sama mencoba kereta MRT di Stasiun MRT Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2019). Dalam kesempatan tersebut Prabowo Subianto mengucapkan selamat kepada Joko Widodo yang ditetapkan sebagai calon presiden terpilih pada pemilihan presiden 2019. 

 TRIBUNKALTIM.CO - Mahkamah Agung Kembali Tolak Permohonan Prabowo-Sandi, Kuasa Hukum Nilai Putusan Bernuansa Politis.

Diketahui, Prabowo-Sandi langsung menjadi pemohon pendaftaran gugatan ke Mahkamah Agung.

Namun, putusan Mahkamah Agung lagi-lagi harus mengecewakan pasangan Prabowo-Sandi.

Kuasa hukum pasangan Prabowo-Sandi, Nicholay Aprilindo, mengatakan, pihaknya menghormati putusan Mahkamah Agung yang menyatakan permohonan sengketa pelanggaran administrasi pemilu (PAP) pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu tidak dapat diterima.

"Kami sebagai kuasa hukum yang diberikan kuasa oleh Pemohon Prinsipal dalam hal ini Prabowo-Sandi untuk hal tersebut.

Saya akan menghormati putusan tersebut," ujar Nicholay saat dihubungi, Selasa (16/7/2019).

Kendati demikian Nicholay berpandangan bahwa putusan Mahkamah Agung itu lebih bernuansa politis.

Apalagi setelah pertemuan Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo pada Sabtu (13/7/2019) lalu, maka segala permasalahan menyangkut Pilpres 2019 dianggap selesai.

Meskipun, kata Nicholay, Pilpres 2019 masih banyak menyisakan permasalahan hukum sebagai akibat dari perbuatan kecurangan terstruktur, sistematis dan masif atau TSM yang belum terselesaikan.

"Bahwa permasalahan mendasar yang bukan lagi menjadi rahasia umum adalah bahwa penegakan hukum dan pencapaian keadilan substantif di Indonesia saat ini tidak dapat berdiri sendiri.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved