Pedagang Lokal Tolak Masuknya Ritel Nasional, Ini Tanggapan Bupati Berau

Bupati Berau Muharram mengaku sudah mendengar keluh kesah dari para pedagang.

Pedagang Lokal Tolak Masuknya Ritel Nasional, Ini Tanggapan Bupati Berau
TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN
Forum Pedagang Sembako Kabupaten Berau, menyatakan menolak masuknya waralaba ritel skala nasional yang hendak beroperasi di Kabupaten Berau, karena dianggap akan merugikan pedagang lokal. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Menanggapi penolakan para pedagang bahan pokok, terhadap rencana masuknya perusahaan ritel skala nasional, Bupati Berau Muharram mengaku sudah mendengar keluh kesah dari para pedagang.

Meski begitu, Muharram mengaku tidak ingin terlalu terburu-buru mengambil sikap.

“Kalau memang ditolak, itu haknya masyarakat. Nanti kami akan lihat regulasinya bagaimana, termasuk kebebasan berusaha. Apakah keberatan masyarakat ini ada landasannya atau tidak. Saya tidak bisa langsung mengatakan menolak atau menerima. Perlu didalami dulu regulasi-regulasinya,” kata Muharram saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/7/2019).

Muharram berharap, para pedagang tetap menjaga kondusifitas Kabupaten Berau, sehingga tidak terjadi gejolak.

“Apalagi saat ini kan eranya perdagangan bebas, semua orang bisa memiliki kesempatan yang sama untuk berdagang,” tegasnya.

Namun Muharram juga berjanji, akan mempertimbangkan keberatan para pedagang lokal.

“Masalahnya kalau menimbulkan gejolak, maka Pemkab Berau juga akan mengambil sikap supaya itu (gejolak) tidak terjadi,” imbuhnya.

Muharram mengatakan, pihaknya akan melakukan pendataan berapa banyak pedagang yang menolak, sekaligus akan mengukur dampaknya terhadap masuknya ritel besar di Kabupaten Berau.

“Daripada diributi terus, kami akan lihat penolakannya berapa persen dan dampaknya apa saja,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Pedagang Sembako Kabupaten Berau, Wahyudi mengatakan, di Kabupaten Berau ada ribuan pedagang.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved