Pengerukan Sungai Karang Mumus Libatkan TNI, Gubernur Isran: Tahap Awal Siapkan Rp 1,9 Miliar

Seperti direncanakan sebelumnya, tahap awal proses normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) menyisir bantaran sungai sepanjang 500-600 meter

Pengerukan Sungai Karang Mumus Libatkan TNI, Gubernur Isran: Tahap Awal Siapkan Rp 1,9 Miliar
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
PERSIAPAN PENGERUKAN SKM-Warga menyaksikan alat berat dan anggota TNI mengawasi relawan membongkar mur jembatan Gang Tempurung tembusan jalan Hasan Basri dan belakang Pasar Segiri Kelurahan Bandara Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda guna persiapan pengerukan area tersebut yang merupakan aliran Sungai Karang Mumus (SKM), Minggu(14/7/2019).TribunKaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Seperti direncanakan sebelumnya, tahap awal proses normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) menyisir bantaran sungai sepanjang 500-600 meter, dengan sasaran lokasi yang tidak ada permukiman warga.

Pengerukan sedimentasi atau pendangkalan Sungai Karang Mumus melibatkan prajuris TNI. Pemprov Kaltim telah menganggarkan program pengerukan Sungai Karang Mumus menggunakan APBD Kaltim Rp 1,9 miliar. Sementara ini, pengerukan dilakukan sepanjang 1,2 kilometer dari 8,5 kilometer panjang alur SKM.

"Kita kerjasamakan dengan melibatkan TNI karena ini sifatnya darurat, tidak dilakukan tender lebih dulu. KPK memperbolehkan. Kalau tidak izinkan, mana berani kita lakukan proyek ini," kata Gubernur Kaltim Isran Noor di lokasi kegiatan pengerukan SKM dekat Pasar Segiri, Jalan Dr Soetomo Gang Nibung, Senin (15/7).

Isran menepis keterlibatan TNI untuk menekan potensi konflik sosial. "Jangan dianggap seolah-olah pressure kepada masyarakat. Ini seterusnya kita kerjasamakan dengan TNI dan Polri," ujar Isran.

PENGERUKAN SUNGAI KARANG MUMUS - Suasana hari pertama pengerukan awal, normalisasi sebagian sungai Karang Mumus menggunakan excavator amfibi pasca banjir di gang Nibung jalan dr Sutomo Samarinda Kalimantan Timur, Senin (15/7/2019).
PENGERUKAN SUNGAI KARANG MUMUS - Suasana hari pertama pengerukan awal, normalisasi sebagian sungai Karang Mumus menggunakan excavator amfibi pasca banjir di gang Nibung jalan dr Sutomo Samarinda Kalimantan Timur, Senin (15/7/2019). (Tribunkaltim.co/Nevrianto HP)

"Lihat saja kondisinya (pendangkalan sungai), dan pengerukan ini bukan satu-satunya solusi mengatasi banjir. Tapi ini sebagian kecil. Saya akan ikuti, dan terus perkembangannya," tegas Isran.

Pemerintah akan terus melakukan kerjasama dengan TNI dan Polri dalam hal membantu pembangunan di Kaltim.

"Ini (pengerukan) harus kita lakukan karena masalah banjir tidak bisa ditunda-tunda, untuk anggaran pekerjaan tahap awal pengerukan sepanjang 1 kilo lebih ini menelan biaya kurang lebih Rp 1,9 miliar," jelas Isran. (cde/dro/ink)

Selengkapnya Baca Koran Tribun Kaltim Edisi Selasa (16/7)!

Subscribe Official YouTube Channel:

Baca juga:

Ponsel Vivo S1 akan Lahir 16 Juli 2019, Seperti Apa Spesifikasi dan Harga Smartphone, Ini Ulasannya

Kontes Miss Korea Menuai Protes, Gara-gara Pakaian Tradisional, Hanbok yang Disebut Terlalu Seksi

BREAKING NEWS Toyota Fortuner dan Truk Adu Banteng di Km 67 Kukar, Sopir Kejepit Tak Bisa Keluar

SORE INI, Matahari Tampak Tepat di Atas Kabah, Berikut Cara Memperbaiki Kiblat di Rumah

Hari Pertama Masuk Sekolah, Mohammad Fatah Sempat Marah Karena Celana Seragam Kebesaran

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved