Soal Rencana Pengusaha Ritel Masuk di Berau, HIPMI: Bertentangan dengan Program Pemerintah

Menurut Ketua HIPMI Berau, Wendi Lie Jaya, dalam forum-forum HIPMI se-Indonesia, para pedagang lokal mengeluhkan hal yang sama.

Soal Rencana Pengusaha Ritel Masuk di Berau, HIPMI: Bertentangan dengan Program Pemerintah
TribunKaltim.Co/Geafry Necolsen
Ketua Hipmi Wendi Lie Jaya bersama Ketua Forum Pedagang Sembako Berau, usai berdiskusi tentang dampak masuknya waralaba ritel di Kabupaten Berau. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Berau, menyatakan siap untuk mendampingi ratusan pedagang yang keberatan dengan rencana masuknya waralaba ritel.

Menurut Ketua HIPMI Berau, Wendi Lie Jaya, dalam forum-forum HIPMI se-Indonesia, para pedagang lokal mengeluhkan hal yang sama.

“Meskipun misalnya yang membeli franchise (waralaba) adalah warga lokal, tapi distribusi barang-barang semua dari pusat. Ini yang akan mematikan usaha lokal,” tegas Wendi.

Menurutnya, masuknya perusahaan ritel besar ini juga bertentangan dengan program pemerintah, yang ingin membangun ekonomi kerakyatan.

“Pemerintah pusat melalui bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) mengucurkan KUR (Kredit Usaha Rakyat), bagaimana mungkin usaha rakyat yang skala kecil akan berkembang jika melawan ritel bermodal besar? Apa gunanya dikucurkan KUR?” ujarnya.

Tidak hanya itu, Wendi memperkirakan, masuknya ritel besar tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap produk-produk Usahan Kecil Menengah Mikro (UMKM) yang diproduksi masyarakat lokal.

“Karena itu tadi, semua barangnya didatangkan dari pusat, mereka tidak menjual produk lokal,” imbuhnya.

Dirinya juga menambahkan, memang tidak banyak yang bisa dilakukan jika izin distribusi sudah diterbitkan. Namun Wendi meminta, agar Pemkab Berau agar tidak buru-buru memberikan izin operasionalnya.

“Izin distribusinya mungkin sudah, tapi pemerintah kan bisa menahan izin operasionalnya dulu,” ujarnya.

Pihaknya juga mendorong agar Forum Pedagang yang baru terbentuk itu, juga terus berjalan, sehingga pedagang juga memiliki strategi bersama untuk menghadapi persaingan usaha dengan pemodal besar.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved