Tak Perlu Risau Bisa Kendaraan Kena Recall, Ini Aturan Mainnya di Indonesia

Istilah recall di dunia otomotif disebut juga dengan program penarikan kembali.

Tak Perlu Risau Bisa Kendaraan Kena Recall, Ini Aturan Mainnya di Indonesia
KOMPAS.COM
ILUSTRASI - Airbag untuk penumpang 

TRIBUNKALTIM.CO - Istilah recall di dunia otomotif disebut juga dengan program penarikan kembali.

Langkah ini ditujukan pada sebuah tipe dari merek tertentu akibat adanya masalah teknis.

Pabrikan melakukan recall ini tujuannya guna melakukan perbaikan kepada unit yang sudah terjual ke konsumen.

Dari data yang dihimpun oleh lembaga keselamatan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), tak sedikit kendaraan dari berbagai merek yang harus direcall sampai tahun 2019 ini.

Mulai dari hal kecil seperti baut kurang kencang terpasang, hingga masalah yang bikin airbag mengembang sendiri, bahkan sampai ada yang meledak.

Di Indonesia sendiri, isu recall juga lumayan merebak.

Mulai dari isu recall produk Mazda 3 yang katanya bautnya kurang kencang seperti yang terjadi di Amerika Utara, juga recall Yamaha R25 yang memiliki basis sama dengan R3 yang direcall di Amerika.

Recall juga sempat menimpa Toyota Rush yang bermasalah dengan airbagnya yang mengembang sendiri, sampai Honda CR-V yang shift knobnya stuck di posisi P.

Bagi beberapa konsumen, mungkin memiliki kendaraan yang harus direcall menimbulkan perasaan malu.

Mereka menganggap memiliki kendaraan yang di recall adalah sebuah aib karena kendaraan yang dibeli cacat produksi.

Halaman
1234
Editor: Kholish Chered
Sumber: Gridmotor.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved