Tertib Hanya saat Diawasi, Kadishub Keluhkan Pengamanan Ponton di Sungai Sangatta

Setelah realisasi jembatan penyeberangan yang tak kunjung berprogres, kini keamanan pengguna ponton jadi sorotan.

TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Penyeberangan di Sungai Sangatta kawasan Sangatta Lama menuju Masabang yang sampai saat masih menggunakan ponton 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Musibah yang menimpa Wahyu (6), warga Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Sangatta Utara, yang tewas akibat tercebur ke Sungai Sangatta, masih menjadi topik hangat.

Setelah realisasi jembatan penyeberangan yang tak kunjung berprogres, kini keamanan pengguna ponton jadi sorotan.

Pasalnya, penumpang ponton tidak pernah mendapat life jacket saat menyeberang.

Belum lagi, jika penyeberangan dilakukan malam hari, sebagian rakit ponton yang beroperasi tidak dilengkapi lampu.

Ditambah pintu keluar ponton tidak dilengkapi jaring penutup atau rantai yang membatasi antara sisi batas kapal dengan sungai.

Menanggapi hal tersebut, Kadishub Kutim, Ikhsanuddin Syarpie mengatakan pihaknya selalu melakukan pengawasan terhadap operasional ponton di kawasan Sangatta Lama dan Sangatta Seberang.

Bahkan setiap bulan melakukan pemeriksaan ketersediaan life jacket, lampu, serta jaring untuk pagar kendaraan roda dua yang menumpang.

“Tapi ya itu, saat diawasi saja, semua lengkap. Penumpang ada pengamannya. Tapi begitu sedang tidak diawasi, tidak ada lagi. Nanti kami datang mengawasi, lengkap lagi. Begitu terus,” ungkap Ikhsan.

Ponton, menurut Ikhsan merupakan transportasi penyeberangan tradisional sejak Sangatta masih menjadi kecamatan di Kabupaten Kutai.

Sehingga pengoperasiannya pun sudah dilakukan turun temurun.

Halaman
1234
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved