12 Ribu Kubik Sedimentasi Sungai Karang Mumus Dikeruk, Lokasi Pembuangan di Lubang Tambang

Memasuki hari kedua, kegiatan normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM), beberapa personel TNI terlihat melakukan pengerukan sedimentasi

12 Ribu Kubik Sedimentasi Sungai Karang Mumus Dikeruk, Lokasi Pembuangan di Lubang Tambang
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
PENGERUKAN SKM - Alat berat disiagakan dan anggota TNI mengawasi relawan membongkar mur jembatan Gang Tempurung tembusan Jalan Hasan Basri dan belakang Pasar Segiri Kelurahan Bandara Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda. Hal ini sebagai persiapan pengerukan area tersebut yang merupakan aliran Sungai Karang Mumus (SKM), Minggu(14/7/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Memasuki hari kedua, kegiatan normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM), beberapa personel TNI terlihat melakukan pengerukan sedimentasi di sepanjang SKM.

Pengerukan menggunakan satu unit excavator amphibi serta beberapa dump truck. Tahap awal normalisasi SKM, pengerukan difokuskan di sekitar Gang Nibung hingga jembatan Perniagaan, sekitar Pasar Segiri.

Ditargetkan, dalam tiga bulan pengerukan di sekitar Gang Nibung selesai dengan estimasi tercepat pengerukan sekitar satu bulan setengah.

Pengerukan dilakukan sepanjang 1,2 km dengan volume mencapai 10 ribu -12 ribu meter kubik memakan anggaran mencapai Rp 1,9 miliar, khusus di sekitar Gang Nibung hingga jembatan Perniagaan.

Kasi Teritorial Korem 091/ASN, Kolonel ARH M Jamaludin Malik didampingi Kepala Penerangan Kapten ARH Azrul Azis menerangkan, proses pengerukan telah dimulai sejak Senin (16/7) kemarin.

Nantinya, sedimentasi dari SKM di sekitar Gang Nibung hingga jembatan Perniagaan akan dibuang ke lubang bekas galian tambang di kawasan Bengkuring dan Jalan HM Ardans.

PENGERUKAN SUNGAI KARANG MUMUS - Suasana hari pertama pengerukan awal, normalisasi sebagian sungai Karang Mumus menggunakan excavator amfibi pasca banjir di gang Nibung jalan dr Sutomo Samarinda Kalimantan Timur, Senin (15/7/2019).
PENGERUKAN SUNGAI KARANG MUMUS - Suasana hari pertama pengerukan awal, normalisasi sebagian sungai Karang Mumus menggunakan excavator amfibi pasca banjir di gang Nibung jalan dr Sutomo Samarinda Kalimantan Timur, Senin (15/7/2019). (Tribunkaltim.co/Nevrianto HP)

"Pembuangan akhir ke dua lubang bekas tambang sesuai rekomendasi tempat dari Dinas ESDM, sedangkan limbah plastik dibuang ke TPA," ucapnya, Selasa (16/7).

Jika volume sedimentasi lebih banyak dan lubang bekas tambang tidak mencukupi, pihaknya akan mencari tempat lain untuk menampung sedimentasi tersebut.

"Kalau saat ini masih mencukupi, tapi kalau pengerukan diperluas hingga ke hulu, butuh tempat yang lebih luas lagi," jelasnya.

Sejauh ini, hanya mengoperasikan alat berat untuk mengeruk sedimentasi saat kondisi sungai sedang surut. Jika sungai tengah pasang, aktivitas pengerukan dihentikan, kendati excavator amphibi tetap dapat beroperasi saat kondisi sungai pasang.

Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved