Pelantikan Sekdaprov

Mendagri Tjahjo Kumolo: Pelantikan Sekdaprov Kaltim tak Liar, Ini Respon Gubernur Kaltim Isran Noor

Mendagri Tjahjo Kumolo yang memimpin upacara pelantikan Sekdaprov Kalimantan Timur Abdullah Sani Begini Respon Gubernur Kaltim Isran Noor.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Tjahjo Kumolo melantik Abdullah Sani sebagai Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atau Sekdaprov Kalimantan Timur yang baru di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019) sore.

Pelantikan Sekdaprov Kalimantan Timur hanya mengundang Gubernur Kalimantan Timur, Wakil Gubernur, Ketua DPRD Kalimantan Timur, Wakil Ketua DPRD Kaltim Samsun, Kapolda Kalimantan Timur, Danrem 091/ASN, Kajati Kalimantan Timur, Kabinda dan Abdullah Sani.

Saat itu, Mendagri Tjahjo Kumolo yang memimpin upacara pelantikan kemudian membacakan Keppres Nomor 133/TPA Tahun 2018 sebagai dasar pelantikan Abdullah Sani dilanjutkan dengan pengambilan sumpah sebagai Sekdaprov Kalimantan Timur.

Kemudian dilakukan penandatanganan berita acara oleh kedua pihak, dilanjutkan doa bersama, dan semua peserta upacara pelantikan secara bergiliran memberikan ucapan selamat kepada Abdullah Sani yang mengenakan setelan jas serba dan kopiah hitam beserta istri.

Dalam sambutannya Mendagri Tjahjo Kumolo menjelaskan, alasan kenapa Kemendagri harus turun tangan melantik Sekdaprov Kalimantan Timur yang seharusnya dilakukan oleh Gubernur Kaltim Isran Noor.

"Jadi pelantikan ini bukan bersifat liar. Awalnya dengan melalui seleksi terbuka Pemprov Kalimantan Timur ajukan tiga nama sebagai kandidat Sekdaprov ke Kemendagri kemudian kami lanjutkan ke Mensesneg dan Sekretariat Kabinet untuk dibawa ke sidang TPA (tim penilai akhir) yang dipimpin Presiden dan Wakil Presiden.

Sidang TPA berhak putuskan satu nama (Abdullah Sani) dan sudah tertuang dalam Keppres, Keppres kami sampaikan kepada Gubernur Kaltim namun dalam perjalanannya beliau tak menyetujui nama yang diputuskan," ujar Mendagri Tjahjo Kumolo.

Nah, Mendagri Tjahjo Kumolo pun menegaskan bahwa penunjukkan Abdullah Sani sebagai Sekdaprov Kalimantan Timur oleh pemerintah pusat sudah melalui proses terbuka dan transparan.

Tentu saja Mendagri Tjahjo Kumolo juga mempertanyakan kenapa Gubernur Kalimantan Timur menolak Sekdaprov terpilih yang diusulkannya sendiri kepada pemerintah pusat.

"Tak setuju boleh kalau nama yang dipilih bukan dari tiga kandidat yang diajukan, tapi yang dipilih kan satu dari tiga nama yang diusulkan sendiri. Saya tidak kenal dengan tiga-tiganya, yang jelas proses penunjukkan ini sudah melalui mekanisme terbuka dan transparan," tegas Mendagri Tjahjo Kumolo, pria kelahiran Semarang ini.

Halaman
1234
Penulis: Budi Susilo
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved