Mengapa Kasus Novel Baswedan Sulit Terungkap Meski Ada Rekaman CCTV, Simak Penjelasan TGPF

TGPF beberkan sulitnya ungkap pelaku penyiraman air keras ke wajah Penyidik KPK NOvel Baswedan. Meski ada bantuan rekaman CCTV

Mengapa Kasus Novel Baswedan Sulit Terungkap Meski Ada Rekaman CCTV, Simak Penjelasan TGPF
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Penyidik KPK Novel Baswedan memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya. 

TRIBUNKALTIM.CO  - Mengapa Kasus Novel Baswedan Sulit Terungkap Meski Ada Rekaman CCTV, Simak Penjelasan TGPF.

Diketahui, hasil kerja TGPF dikritik lantaran belum mengarah ke pelaku penyiraman air keras ke Penyidik KPK, Novel Baswedan.

Hasil kerja TGPF hanya berkutat pada dugaan motif dan bukti baru, namun belum mengarah ke pelaku penyiaman air keras Novel Baswedan.

Musababnya, dua orang pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan beraksi menggunakan helm full face.

Juru bicara Tim Gabungan Pencari Fakta atau TGPF kasus Novel Baswedan, Nurkholis mengatakan, fakta itu terekam dalam rekaman kamera CCTV.

"CCTV kebetulan untuk yang menerangkan itu gelap.

Atau CCTV menangkap gerakan.

Tapi, terduga pelaku menggunakan helm full face," ujar Nurkholis saat konferensi pers publikasi laporan TGPF Novel di Mabes Polri, Rabu (17/7/2019).

Seorang pelaku yang mengemudikan motor menggunakan helm full face berwarna hitam.

Sementara, seorang lainnya yang duduk di belakangnya juga mengenakan helm full face berwarna putih.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved