Pengusaha Balikpapan Tanyakan Uang Setoran ke PAD Donggala, tak Setuju Perusda Ada Monopoli Galian C

Kalangan pengusaha di Balikpapan pertanyakan uang setoran ke PAD Donggala. Pihak pengusaha selama ini membayar pajak galian C buat PAD Donggala.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kalangan pengusaha di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur angkat bicara mengenai tudingan dari Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Donggala yang menyebut pengambilan sumber daya alam Galian C di Donggala tak memberi kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah, PAD Donggala, Sulawesi Tengah. 

Satu di antaranya diungkapkan oleh Roy Nirwan, pengusaha Balikpapan, menyatakan, tudingan Pemkab Donggala yang sebut pengusaha di Kalimantan tidak memberi PAD ketika mengambil batu kerikil dan pasir di Donggala sama sekali tidak benar.

Fakta di lapangan yang terjadi, pengusaha belanja Galian C seperti batu kerikil dan pasir selalu taat memberi retribusi atau pajak di daerah setempat, Donggala.

Jika ada tudingan pengusaha seperti di Balikpapan tidak patuh taat bayar pajak itu sama saja orang tersebut berkata bohong. 

"Tidak benar itu. Mana mungkin kami (pengusaha) tidak bayar pajak ke daerah itu. Jadi selama ini yang kita bayarkan ke mereka kemana saja uangnya. Apa tidak disetor ke daerah?," ujar Roy Nirwan kepada Tribunkaltim.co melalui sambungan telepon selulernya pada Rabu (17/7/2019) siang. 

Secara teknis, tiap pengusaha yang mengamil Galian C selalu meminta izin terlebih dahulu kepada Dinas Pertambangan Donggala.

Selain izin pastinya disertai dengan kesanggupan membayar pajak retribusi yang tentu saja bertujuan untuk dimasukan ke PAD Donggala

Termasuk saat akan berlayar membawa barang Galian C dari Donggala ke luar Donggala pun, pihak Syahbandar pun meminta persyaratan izin dari Dinas Pertambangan Donggala.

Isi perizinan mengenai berapa jumlah barang yang dibawa serta bukti sudah membayar pajak dan retribusi Galian C.

Jika ini tidak ada, maka Syahbandar pun tidak akan mengizinkan berlayar membawa barang Galian C keluar Donggala

Halaman
1234
Penulis: Budi Susilo
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved