Pengusaha Balikpapan Tanyakan Uang Setoran ke PAD Donggala, tak Setuju Perusda Ada Monopoli Galian C

Kalangan pengusaha di Balikpapan pertanyakan uang setoran ke PAD Donggala. Pihak pengusaha selama ini membayar pajak galian C buat PAD Donggala.

"Kan aneh saja, Pemkab Donggala tidak terima sepeser pun buat PAD. Yang kami kasih itu kemana uangnya? Kami bisa buktikan, kami bisa kasih tunjuk uang yang kami bayar buat pajak, dengan harapan disetor ke PAD Donggala," tegas Roy Nirwan

Menurut dia, bahan material Galian C di Donggala termasuk bahan yang mahal ketimbang di Pulau Jawa.

Harga pajak batu kerikil atau batu pecah saja di Donggala per kubiknya bisa mencapai Rp 14 ribu yang harus disetorkan ke PAD Donggala, sedangkan di Pulau Jawa hanya sekitaran harga pajak Rp 2 ribu per kubik. 

Kata Ror Nirwan, daerah Donggala sangat bergantung pada Galian C. Pendapatan daerah terbesar di Donggala hanya di sektor Galian C.

Logikanya, pasti Pemkab Donggala menarik iuran ke para pengusaha Galian C, tanpa ada Galian C, Donggala akan mengalami kekurangan PAD

Mengenai pembentukan Perusahaan Daerah atau Perusda satu pintu Galian C Donggala, Roy Nirwan merasa tidak setuju, sebab ini akan merugikan konsumen. 

Rencana kerjasama membentuk Perusda galian C bersama Pemkot Balikpapan akan semakin menambah harga bahan Galian C semakin tinggi, sebab Perusda nantinya akan mengambil keuntungan, tidak mungkin harganya akan disubsidi jadi murah. 

Seandainya nanti Perusda mengambil untung pasti yang terkena imbas adalah konsumen sendiri, jadi kena harga yang jauh lebih mahal. 

Menurut Roy Nirwan, sepatutnya, bagus diberikan keran kebebasan, sekarang tren usaha itu harus pasar bebas. Jika diatur dalam Perusda atau satu pintu pasti akan terjadi apa yang disebut dengan monopoli.

Harga ditentukan hanya satu pihak saja, tidak ada persaingan harga. 

Ilustrasi - Aktivitas Galian C di salah satu daerah di Indonesia.
Ilustrasi - Aktivitas Galian C di salah satu daerah di Indonesia. (Dok Tribunkaltim.co)
Halaman
1234
Penulis: Budi Susilo
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved