Pilkada 2020

Rektor Universitas Borneo Tarakan Sebut Pilgub Kaltara Bakal Lawan Kotak Kosong, Atau Seperti Ini

Wakil Gubernur Udin Hianggio dan beberapa figur lain yang berasal dari kepala daerah dan Ketua DPD Partai Politik di Kalimantan Utara.

Rektor Universitas Borneo Tarakan Sebut Pilgub Kaltara Bakal Lawan Kotak Kosong, Atau Seperti Ini
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFAN
Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof Dr Adri Patton 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof Adri Patton menilai, semua figur calon gubernur maupun wakil gubernur yang muncul di masyarakat punya kans yang sama untuk maju dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Utara di Pilkada 2020 serentak, mendatang.

Seperti halnya petahana Gubernur Irianto Lambrie kata Rektor Prof Adri Patton dalam kapasitasnya sebagai akademisi, masih punya kekuatan tersendiri untuk mengarungi Pilgub Kaltara dalam Pilkada 2020 serentak mendatang.

Demikian juga Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Udin Hianggio dan beberapa figur lain yang berasal dari kepala daerah dan Ketua DPD Partai Politik di Kalimantan Utara.

"Untuk mencalonkan seorang gubernur, tentu harus memiliki banyak persiapan. Tidak hanya popularitas, elektabilitas. Tetapi yang terpenting menurut saya adalah perahunya, yakni partai pengusung maupun pendukung," kata Adri Patton melalui sambungan teleponnya kepada Tribunkaltim.co, Rabu (17/7/2019) sore.

Di satu sisi menurut Prof Adri Patton, memilih partai bukan perkara gampang. Apalagi jika jelas partai tersebut memiliki kader internal yang memiliki peluang besar diusung.

Terlepas dari hal tersebut, regulasi dan manuver-manuver politik yang dilakukan oleh kandidat-kandidat akan mengerucutkan siapa saja calon gubernur dan wakil gubernur.

"Jadi tidak bisa hanya dengan isu masyarakat. Walaupun itu berpengaruh tetapi sekian 0 persen saja. Saya ingin katakan yang paling berpengaruh adalah orang punya partai. Setelah punya partai, dia dipilih, apalagi dengan adanya gabungan koalisi partai. Ini lebih parah lagi," sebutnya.

Dengan perkembangan yang ada saat ini dan melihat pengalaman Pilgub sebelumnya, Prof Adri Patton memprediksikan ada dua peluang komposisi pertarungan Pilgub Kalimantan Utara.

Pertama, jumlah pasangan calon yang akan bertarung di Pilgub Kalimantan Utara nanti tidak lebih dari tiga pasang calon.

"Parpol itu untuk menetapkan calonnya, dia harus menghitung. Apalagi dia punya garis komandao haerarkis, ada DPP dan sebagainya. Kalau sampai kalah, itu jadi sesuatu yang bisa memberi teguran besar bahwa dia mencalonkan sesuatu yang tidak kuat," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved