Dikabarkan Masuk Bursa Calon Ketum PPP, Budi Waseso Beri Klarifikasi, Bercermin Pada Diri Sendiri

Eks Kabareskrim Budi Waseso diisukan menjadi calon Ketum PPP dalam Muktamar, untuk menggantikan Rimahurmuziy

Dikabarkan Masuk  Bursa Calon Ketum PPP, Budi Waseso Beri Klarifikasi, Bercermin Pada Diri Sendiri
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso 

Kader Muda Ka’bah, Usni Hasanudin mengaku tidak setuju apabila nama mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Budi Waseso (Buwas) masuk sebagai bursa calon Ketua Umum PPP saat digelarnya Muktamar nanti.

“Kami tidak setuju Buwas jadi calon Ketua Umum PPP. Alasannya karena tidak rasional,” kata Usni kepada wartawan, Kamis (18/7/2019).

Menurut dia, Buwas secara aturan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Persatuan Pembangunan tidak memenuhi syarat untuk menjadi calon ketua umum.

Sebab, calon ketua umum itu diatur AD/ART minimal menjadi pengurus satu periode sebelumnya.

Ia menjelaskan sosok yang ideal menjadi calon Ketua Umum PPP tidak harus dari luar, karena jika dari luar maka akan terjadi gesekan di internal.

Selain itu, percuma juga selama ini teriak PPP sebagai partai kader tapi tidak punya kepercayaan mendorong kadernya sendiri memimpin partai.

“Kalau dari luar atau eksternal partai, ini kan lucu.

Untuk apa selama ini berteriak bahwa PPP adalah partai kader, tetapi tidak memiliki kepercayaan diri mendorong kader sendiri,” jelas dia.

Usni menegaskan PPP memiliki basis sosiologis yang jelas, sehingga sangat tidak mungkin mengambil dari luar untuk calon ketua umum.

Apalagi, internal PPP juga tidak kekurangan kader.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved