Eks Dirut Garuda Indonesia Klaim Punya Satu Rekening di Luar Negeri, Status Tersangka Sejak 2017

Emirsyah Satar, dapat meninggalkan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus suap

Eks Dirut Garuda Indonesia Klaim Punya Satu Rekening di Luar Negeri, Status Tersangka Sejak 2017
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Emirsyah Satar 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, dapat meninggalkan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce tahun 2005-2014.

Emirsyah Satar telah berstatus tersangka sejak Januari 2017 lalu.

Emirsyah Satar keluar dari kantor KPK pukul 17.19 WIB.

Namun, tak banyak disampaikannya saat wartawan menanyakan perihal pemeriksaannya kali ini.

Ia pun menyangkap saat dikonfirmasi wartawan dirinya diperiksa penyidik KPK terkait dugaan kepemilikan sejumlah rekening dan transaksi keuangan di luar negeri.

"Enggak, rekening saya cuma satu (di luar negeri). Itu bukan rekening saya, rekening saya cuma satu," ujar Emirsyah Satar.

Sementara itu, juru bicara KPK, Febri Diansyah, saat ini penyidik tengah mendalami temuan puluhan rekening di luar negeri milik tersangka terkait penyidikan kasus suap pengadaaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce tahun 2005-2014.

Rekening-rekening tersebut diduga menjadi sarana terjadinya transaksi atau aliran dana lintas negara.

Adapun pemeriksaan terhadap tersangka Emirsyah Satar kali ini juga untuk mendalami aliran dana lintas negara tersebut.

"ESA (Emirsyah Satar) diperiksa sebagai tersangka suap di PT Garuda Indonesia," ujar Febri.

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved