Gugatan Ditolak, Oknum Pengacara Ngamuk Serang Hakim Pakai Ikat Pinggang

Diduga gegara gugatan ditolak, seorang pengacara ngamuk serang hakim pakai ikat pinggang.

Gugatan Ditolak, Oknum Pengacara Ngamuk Serang Hakim Pakai Ikat Pinggang
SHUTTERSTOCK
FOTO ILUSTRASI - Gugatan Ditolak, Oknum Pengacara Ngamuk Serang Hakim Pakai Ikat Pinggang 

TRIBUNKALTIM.CO - Diduga gegara gugatan ditolak, seorang pengacara ngamuk serang hakim pakai ikat pinggang.

Seorang pengacara berinisial D diduga menyerang majelis hakim yang sedang menangani perkara perdata di ruang sidang Subekti, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019) sore.

Perkara perdata itu teregistrasi dengan nomor 223/pdt.G/2018/JKT.Pst. Pihak penggugat adalah TW, sedangkan pihak tergugat adalah PT PWG dan kawan-kawan.

Adapun D merupakan salah satu pengacara yang mewakili TW.

"Kronologi kejadian tersebut bermula ketika majelis hakim tengah membacakan putusan yang mana pada bagian pertimbangannya yang bermuara pada petitum gugatan ditolak," kata Kepala Humas PN Jakarta Pusat Makmur dalam konferensi pers, Kamis, dilansir Kompas.com.

Foto Editannya yang Terlalu Cantik Digugat, Evi Apita Datang Langsung ke MK: Biar Hakim Bisa Nilai

Pablo Benua dan Rey Utami Dikabarkan Cabut Kuasa Farhat Abbas dan Andar, Ini Kata Sang Pengacara

Dikira Member JKT 48 Bahkan Mirip Shin Ye Eun, Ini Fakta Leanna Leonardo Calon Hakim yang Lagi Viral

Saat itu, D beranjak dari kursinya dan melangkah ke hadapan majelis hakim yang sedang membacakan pertimbangan putusan.

"Dan sekonyong-konyong menarik ikat pinggang yang dikenakannya dan kemudian tali ikat pinggang itu digunakan oleh pelaku berinisial D untuk melakukan penyerangan kepada majelis hakim yang sedang membacakan putusan," kata Makmur.

Sebelum Dijatuhi Vonis Hakim, Ratna Sarumpaet Angkat Bicara, Singgung Fakta Selama Persidangan

Viral, Pria Ngamuk Tolak Bayar Teh Hangat Harga Seribu: Kalau Pakai Pakaian Dinas, Aku Usir Kau Ya

Curhat Kapolri Tito Karnavian Merasa Tertekan Diteror Gubernur Irianto Lambrie, Ini Sebabnya

Menurut Makmur, serangan itu mengenai ketua majelis berinisial HS dan hakim anggota berinisial DB.

Atas peristiwa tersebut, D diamankan oleh petugas keamanan pengadilan.

Sementara itu, HS dan DB dikawal petugas keamanan pengadilan ke rumah sakit untuk divisum.

Halaman
12
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved