Berita Pemkab Kutai Kartanegara

Minta Perangkat Daerah Berkinerja Luar Biasa, Bupati Kukar Siapkan Rapor Evaluasi

jika sebelumnya biasa-biasa saja, sekarang saya minta luar biasa, karna dalam kinerja ini ada hal-hal yang harus dilakukan dengan luar biasa,

Minta Perangkat Daerah Berkinerja Luar Biasa, Bupati Kukar Siapkan Rapor Evaluasi
HUMASKAB KUKAR
Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah 

TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah meminta semua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar ada pembagian yang jelas terhadap evaluasi pembangunan yang sudah dilakukan, mulai dari peningkatan manajemen sampai kepada penilaian kinerja.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Hasil Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Kabupaten Tahun 2019, Semester II, di Ruang Pertemuan Bappeda, Tenggarong, pekan tadi.

“Ya, para perangkat daerah pun nantinya harus ada raportnya. Jangan hanya sekedar penyampaiannya saja, tapi tidak ada perubahannya. Kenapa dibangun seperti ini, karna adanya standar minimal urusan wajib. Artinya pemerintah pusat pun memberikan raport kepada kepala daerah sebagai peringatan dan ini juga mesti diberikan kepada perangkat daerah,” katanya.

Menurut Edi Damansyah, dalam penilaian kinerja kepala daerah pun mendapatkan raport dari pemerintah pusat sebagai bagaian dari pengentorlan kinerja didaerah.

“Jika ada kepala daerah yang mengabaikan dan tidak memperhatikan dari hasil raport yang diberikan. Apalagi tidak mencapai kinerja yang baik berkaitan dengan urusan wajib itu, maka kepala daerahlah yang ditegur. Saya minta di internal kita tetap menjaga tanggungjawab yang diberikan dan komitmen dalam memperbaiki kinerja,” ujarnya.

Dia juga meminta kepada semua perangkat daerah agar terus memperbaiki kinerjanya dengan jelas, sehingga target dari perencanaan pembangunan akan berjalan dengan baik dan sesuai sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Ya, saya minta ada perbaikan dalam pergeseran keranga kerja ini, jika sebelumnya biasa-biasa saja, sekarang saya minta luar biasa, karna dalam kinerja ini ada hal-hal yang harus dilakukan dengan luar biasa,” katanya.

Dijelaskan Edi menyebutkan bahwa dari data indeks desa membangun secara nasional saja sudah terbaca secara nasional, dan ini merupakan beban kerja yang harus dihadapi.

“Jadi, jika ada keberhasilan di tingkat nasional, suara-suara daerah lain menganggap hal tersebut sebagai hal yang biasa, karena berpikiran Kukar daerah kaya, banyak uangnya, apapun bisa dilakukan dan persepsi seperti itu terjadi,” katanya.

“Untuk itu, kita harus fokus dan sampaikan dengan data, bahwa kita tidak kaya, kita hanya kaya akan PDRB (Produk Domestik Regional bruto) tapi realitanya berkaitan dengan pembagian keuangan, kita merasa tidak ada keadilan disana. Inilah yang harus disampaikan, bantu dengan mempersiapkan data-data disetiap OPD,” jelas Edi.

Ditambahkan Edi, kembali meminta kepada OPD agar segera melakukan perbaikan yang nyata dan terus lakukan evaluasi, baik dari sisi pendapatan dan anggaran dapat dilaksanakan dengan baik.

“Saya tidak menghendaki bermain prosentase, melainkan lakukan secara ril sesuai kesepakatan dalam dukungan kinerja RPJMD yang memang mejadi kebutuhan masyarakat. Ini harus dilakukan dengan baik, antara TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dengan perangkat daerah dan jajarannya,” pinta Edi. (Medsi07)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved