Berita Pemkab Penajam Paser Utara

Proyek Jembatan Tol Teluk Balikpapan-PPU Dilelang, Lahan Masyarakat Akan Dibebaskan

saat ini progres pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan - PPU telah diumumkan di salah satu media nasional 16 Juli 2019

Proyek Jembatan Tol Teluk Balikpapan-PPU Dilelang, Lahan Masyarakat Akan Dibebaskan
HUMASKAB PPU
Salah satu lahan yang terkena proyek Jembatan Tol Balikpapan-PPU. Saat ini masuk tahap lelang. Dalam 3-4 bulan ke depan diharapkan sudah bisa ditunjuk perusahaan pemenang yang akan mengerjalan pembangunan jembatan tol tersebut. 

PENAJAM -Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), telah mulai melakukan lelang Prakualifikasi Pengusahaan Jalan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) mulai tanggal 16 Juli 2019.

Sementara untuk penjelasan umum pengenai dokumen prakualifikasi akan dilaksanakan 30 Juli di Ruang Rapat BPJT, Kementerian PUPR.

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Nico Herlambang menjelaskan, saat ini progres pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan - PPU telah diumumkan di salah satu media nasional 16 Juli 2019 lalu.

Pengumuman ini jelas Nico, berisi tentang informasi prakualifikasi penguasaan Jalan Tol Teluk Balikpapan.

Prakualifikasi ini tujuannya adalah sebagai pemberitahuan bagi para peminat lelang, agar dapat mengambil dokumen ke panitia pelelangan penguasaan jalan tol di Kantor BPJT, Kementerian PUPR Gedung Bina Marga Lantai 3 Jakarta.

“Di sini nanti mulai hari Rabu 17 Juli 2019 hingga Kamis, 29 agustus 2019 mendatang, dokumen prakualifikasi itu sudah bisa diserahkan. Setelah dokumen prakualifikasi ini masuk, kemudian dipilih perusahaan investasi mana saja yang bisa mengikuti lelang.Ini sudah menjadi bagian dari tahapan pelelangan sebenarnya. Artinya proses lelang ini sudah lengkap dan saat ini tinggal menunggu dilakukan tahap pelelangan ,“ jelas Nicko.

Proses lelang ini tambahnya, paling lambat butuh waktu 3-4 bulan, dan diharapkan sudah bisa ditunjuk siapa pemenangnya untuk mengerjalan pembangunan jembatan tol tersebut.

Maket jembatan tol PPU-Balikpapan melewati Teluk Balikpapan
Maket jembatan tol PPU-Balikpapan melewati Teluk Balikpapan (IST)

Kemudian dalam proses penawaran baru dapat melihat perusahaan mana saja yang lolos dan bisa ditunjuk dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).

“Artinya tugasnya mulai membangun sampai mengelola jalan tol tersebut, “ jelasnya.

Sementara itu lanjut Nico, pihaknya bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah melaksanakan rapat terakhir untuk pembentukan Satgas A dan B terkait pembebasan lahan untuk jalan tol.

Kemudian setelah tim ini terbentuk, maka akan dilanjutkan dengan sosialisasi kepada masyarakat pemilik lahan, kemudian dilakukan proses pengukuran dan pematokan dan pengambilan titik koordinat dan menuju pembuatan peta bidang

“Setelah dokumen peta bidang ini selesai aru kita minta dilakukan proses apresial. Hasil apresial ini yang nanti akan dijadikan sebagai bahan diskusi dengan masyarakat sebagai pemilik lahan besaran ganti rugi yang akan diberikan,” ucapnya.

Nicko menambahkan, yang menjadi catatan tambahan dari pemerintah daerah tetap akan melakukan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat,

“Artinya dalam pembebasan lahan tersebut segala harapan masyarakat diharapkan dapat terpenuhi sesuai dengan yang diharapkan dengan ketentuan yang berlaku. Kita juga akan transparan kepada masyarakat secara detail bagaimana proses pembebasan lahan dan tentu leading sektornya adalah BPN karena sudah menjadi kewenangannya, “ katanya. (Advertorial/Humas6/Kominfo).

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved