Terungkap, Gubernur Irianto Lambrie Pernah Datang ke Rumah Kapolri, Tito: Saya Memang Tertekan

Akhirnya kami berusaha meyakinkan pemerintah melalui Bappenas, perlunya membangun Polda Kalimantan Utara. Tetapi terbentur dengan anggaran tadi

Terungkap, Gubernur Irianto Lambrie Pernah Datang ke Rumah Kapolri, Tito: Saya Memang Tertekan
Tribunkaltim.co, M Arfan
Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, dan Danrem 091/Aji Surya Natakesuma, Brigjen TNI Widi Prasetijono┬ámenekan tombol sirine tanda diresmikannya Mapolda Kaltara, Kamis (18/7/2019) di Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Banyak hal yang diungkapkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat meresmikan pembangunan Mapolda Kalimantan Utara, di Tanjung Selor, Bulungan, Kamis (18/7/2019).

Salah satunya, bagaimana perjalanan panjang dan desakan kuat Pemprov Kalimantan Utara agar Polda Kalimantan Utara bisa direalisasikan. Kapolri mengaku memahami apa persoalan dan kendala yang dialami seorang gubernur di provinsi yang baru lahir.

"Saya memahami bagaimana persoalan yang dialami beliau. Saya pengalaman memimpin Polda di provinsi baru. Tahun 2012 saya jabat Kapolda Papua dan Papua Barat. Mapoldanya di Jayapura.

Di Papua Barat tidak ada Polda, komunikasi sangat sulit. Otomatis Pak Gubernur komunikasinya ke Jayapura. Sama seperti di sini, ke Balikpapan atau Samarinda," kata Kapolri di Mapolda Kalimantan Utara.

Dalam perjalanan pengusulan pembentukan Polda Kalimantan Utara, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui Gubernur Irianto Lambrie sangat aktif.

"Beliau, Pak Irianto sangat agresif sekali. Datang ke kantor, datang ke rumah dinas saya. Dan lama-lama saya tertekan memang. Pak Tolong dibangunkan Polda untuk jaminan keamanan dan pelayanan yang lebih baik. Misalnya masalah SKCK, pelayanan kendaraan bermotor," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengutip pembicaraannya dengan Gubernur Irianto Lambrie.

Kapolri sempat dilanda kebingungan atas desakan Gubernur Irianto Lambrie. Polri dibenturkan persoalan anggaran pembangunan Mapolda Kalimantan Utara.

"Beberapa kali datang, persoalannya, dananya dari mana ini. Apakah dari APBN, Pemda, Pemprov, atau CSR. Itu yang saya pikirkan waktu itu. Keinginan membentuk Polda waktu itu saya pikir harus. Tetapi persoalannya tadi, anggaran dari mana," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Baca Juga;

Menengok Lebih Dekat Keunikan Kampung Terapung di Desa Muara Enggelam,Pagar Kayu Bagai Pintu Gerbang

Halaman
123
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved