OPINI

Memetik Pelajaran Komunikasi Politik Pemilu

PEMILIHAN Umum (Pemilu) sebagai pilar demokrasi di negeri ini, yang ditandai adanya aspirasi rakyat untuk memilih pemimpin negara

Memetik Pelajaran Komunikasi Politik Pemilu
HO
DR. Pitoyo. MKom, Praktisi Media dan Pemerhati Komunikasi Antaramanusia 

Oleh: Dr. Pitoyo, M.IKom
Praktisi Media dan Pemerhati Komunikasi Antarmanusia

TRIBUNKALTIM.CO - PEMILIHAN Umum (Pemilu) sebagai pilar demokrasi di negeri ini, yang ditandai adanya aspirasi rakyat untuk memilih pemimpin negara, pemimpin pemerintahan pusat, serta memilih wakil rakyat.

Suara rakyat ini merupakan perwujudan dari kehendak besar penduduk negeri untuk arah pemerintah ke masa depan, setidaknya lima tahun ke depan.

Guna membangun kesadaran bahwa suara rakyat merupakan tumpuan utama dalam pilar demokrasi, maka diperlukan berbagai perangkat untuk menumbuhkan suara rakyat yang bebas dan bertanggung jawab.

Perangkat hukum dan sistem pemilihan juga disiapkan agar suara yang murni dari rakyat tidak terkontaminasi oleh pengaruh apapun selain dari pikiran dan pilihan hati masingmasing individu pemilik hak politik.

Suara rakyat inilah yang menentukan kemana arah politik, ekonomi, sosial budaya di negeri ini. Banyak pertanyaan mengemuka, apakah benar rakyat mengerti tentang proyeksi politik, ekonomi, sosial dan budaya di masa mendatang?

Robert A Dhal, dalam Development of Democracy menegaskan adanya korelasi antara suara yang diberikan rakyat dalam pemilihan umum pada sistem demokrasi dengan kesejahteraan ekonomi.

Penjelasan KPU, Tahapan Pemilu Selanjutnya Jika MK Menolak atau Menerima Permohonan Prabowo-Sandi

Pelaksanaan Pemilu Serentak di Kaltim Aman, Kapolda Puji Kedewasaan Politik Warga Kaltim

Robert Dahl menyakinkan bahwa pengalaman di abad 19 dan 20 menunjukkan bahwa negara demokratis cenderung lebih makmur sedangkan negaranegara non demokrasi umumnya miskin.

Dahl menghubungkan masalah ini dalam dukungannya terhadap demokrasi bagi pendidikan masyarakat, peradilan yang independen, dan komunikasi pembangunan yang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi.

Kesejahteraan ekonomi tentu akan sulit dicapai bila kondisi politik tidak kondusif dan menunjang ekonomi. Negeri ini sudah cukup dengan asam garam gejolak politik yang berimplikasi langsung dengan kondisi ekonomi dan berimbas langsung kepada rakyat.

Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved