Ada Pola Kembang Oval di Pembungkus Sabu 38 Kilogram di Tanjung Selor Kaltara, Ini Maksudnya

Gabungan BNN Pusat, Ditjen Bea Cukai, dan Polres Bulungan membeberkan fakta menarik dalam pengungkapan kasus Sabu 38 Kilogram di Tanjung Selor

Ada Pola Kembang Oval di Pembungkus Sabu 38 Kilogram di Tanjung Selor Kaltara, Ini Maksudnya
ISTIMEWA/Polres Bulungan
Barang bukti narkoba jenis sabu 38 kilogram diamankan di Satreskoba Polres Bulungan, Sabtu (20/7/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Tim Gabungan Badan Narkotika Nasional atau BNN Pusat, Ditjen Bea Cukai, dan Polres Bulungan membeberkan fakta menarik dalam pengungkapan kasus Sabu 38 Kilogram di Tanjung Selor dalam konferensi pers di Mapolres Bulungan, Kalimantan Utara, Minggu (21/7/2019).

Salah satunya adalah kemasan sabu-sabu 38 kilogram dengan tiap bungkusnya sebanyak 1 kilogram.

Kasubdit Interdiksi Darat dan Lintas Batas BNN Pusat Kombes Pol Heri Istu Hariono menjelaskan, jaringan-jaringan internasional.

Sebelumnya kerap kali menggunakan kemasan produk teh China sebagai pembungkus sabu-sabu yang diselundupkan.

Namun sabu-sabu 38 kilogram ini dikemas secara rapi dalam plastik bening.

Di dalam plastik bening, terdapat satu lagi plastik dengan motif bintik-bintik berwarna-warni hingga membentuk ornamen-ornamen oval.

"Ini unik karena tidak pakai kemasan teh Cina. Akan kita pelajari apakah jaringan baru atau bukan," ujarnya di hadapan awak media di Markas Polres Bulungan, Kaltara.

Ia mengatakan, lazimnya kemasan narkotika baik sabu, heroin, maupun kokain selundupan menunjukkan identitas sebuah sindikat.

"Yang lalu pakai kemasan teh Cina. Yang ini kelihatan ada motif kembang-kembang di plastik bening itu," ujarnya.

Ia menceritakan, sebelum terjadi pengungkapan kasus sabu-sabu 38 kilogram, memang sudah terendus sejak awal Juli kemarin.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved