Hukuman Penjara dan Denda Rp 5 M bagi Pelaku Perusakan Bukit Soeharto, Ini Penjelasan UPTD Tahura

Pembalakan Liar dan perusakan Tahura bukit Soeharto masih terjadi, hukuman penjara hingga denda Rp 5 M bagi pelaku perusakan Tahura Bukit Soeharto,

Hukuman Penjara dan Denda Rp 5 M bagi Pelaku Perusakan Bukit Soeharto, Ini Penjelasan UPTD Tahura
Tribunkaltim.co/ Christoper Desmawangga
ILUSTRASI ILLEGAL LOGGING - Personel gabungan melakukan penindakan di kawasan konservasi Tahura bukit Soeharto. Terdapat sekitar 40 batang pohon yang diamankan di Polsek Loa Janan, Kamis (18/7/2019). TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D/ dok 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus rusaknya hutan konservasi Tahura bukit Soeharto kembali terjadi. Belum lama ini, personel gabungan mengamankan pelaku Pembalakan Liar perusakan Tahura bukit Soeharto

Pohon yang ditebang oleh pelaku Pembalakan Liar yakni jenis sengon (Albizia Chinensis). Jenis tersebut bukan termasuk pohon yang dilindungi oleh UU. Namun, tetap saja tidak boleh melakukan aktivitas penebangan di wilayah konservasi.

Kasubbag Tata Usaha UPTD Tahura, Edy Catur S menjelaskan, sesuai dengan Pasal 50 UU Nomor 41 tahun 1999 tentang Perlindungan Hutan, siapa saja yang masuk ke kawasan hutan konservasi tanpa izin dapat dikenakan denda sebesar Rp 5 Miliar dan hukuman penjara maksimal 10 tahun.

"Jadi, petik daun saja tidak boleh di wilayah konservasi, apapun jenis tumbuhannya. Masuk ke situ harus izin dulu ke pengelola," tegasnya.

Dia menjelaskan, kendati pohon sengon jenis tumbuhan yang tidak dilindungi, namun keberadaan pohon tersebut cukup memiliki peran, yakni sebagai pohon pelindung flora maupun fauna lainnya yang terdapat di hutan konservasi Bukit Soeharto.

"Masalahnya bukan dilindungi atau tidak, tapi aksi tersebut tidak diperkenankan, karena ini kawasan konservasi yang harusnya steril dari berbagai aktivitas manusia, terutama yang berpotensi dapat merusak," imbuhnya.

Baca Juga:

Tahura Bukit Soeharto Kalimantan Timur Dirusak, 3 Warga Beraksi Pembalakan Liar 6 Pohon Sengon

Perampok Rumah di BTN Melarikan Diri ke Hutan Bukit Soeharto, Sempat Diburu Sebelum Tabrak Pohon

Terkait dengan pengawasan di hutan konservasi Tahura Bukit Soeharto yang menjadi kewenangan pihaknya, dirinya mengungkapkan patroli rutin untuk memantau Bukit Soeharto telah dilakukan pihaknya secara rutin.

Halaman
123
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved