Ahli Waris Tagih Pembayaran Lahan Puskesmas Sangatta Utara, Spanduk tak Mengganggu Layanan Kesehatan

Hengky Abdullah memastikan pelayanan di Puskesmas Sangatta Utara tetap berjalan seperti biasa. Pihaknya tidak akan mengganggu pelayanan kesehatan

Ahli Waris Tagih Pembayaran Lahan Puskesmas Sangatta Utara, Spanduk tak Mengganggu Layanan Kesehatan
Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA
Puskesmas Sangatta Utara yang dipasangi spanduk oleh ahli waris H Abdullah, pemilik lahan lokasi tersebut_ 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Dua tahun pasca penyegelan Puskesmas Sangatta Utara, tahun 2017 lalu, ahli waris H Abdullah kembali beraksi. Senin (22/7), Hengky Abdullah bersama keluarga kembali memasang spanduk di area pelayanan kesehatan masyarakat tersebut.

Dengan kalimat yang mempertanyakan janji Pemkab Kutai Timur untuk membayar ganti rugi atas lahan yang digunakan sebagai Puskesmas Sangatta Utara.

"Mana janjimu. Kami ingin janji ditepati. Jangan hanya bicara saja. Tapi tidak terealisasi". Begitulah kira-kira kalimat yang terpampang hampir di seluruh kawasan Puskesmas.

Puskesmas Sangatta Utara yang dipasangi spanduk oleh ahli waris H Abdullah, pemilik lahan lokasi tersebut
Puskesmas Sangatta Utara yang dipasangi spanduk oleh ahli waris H Abdullah, pemilik lahan lokasi tersebut (Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA)

"Ini adalah bagian dari bentuk perjuangan kami sebagai ahli waris untuk menuntut hak kami. Karena kami sudah cukup bersabar selama dua tahun belakangan ini. Sudah ada disposisi dari Bupati dan Sekda. Tapi tidak juga dicairkan," kata Hengky Abdullah.

Meski demikian, Hengky Abdullah memastikan pelayanan di Puskesmas Sangatta Utara tetap berjalan seperti biasa. Pihaknya tidak akan mengganggu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Karena pelayanan untuk masyarakat.

Puskesmas Sangatta Utara yang dipasangi spanduk oleh ahli waris H Abdullah, pemilik lahan lokasi tersebut
Puskesmas Sangatta Utara yang dipasangi spanduk oleh ahli waris H Abdullah, pemilik lahan lokasi tersebut (Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA)

"Kami hanya pasang spanduk saja, agar masyarakat tahu. Lahannya belum dibayar dan kami menagih janji Pemkab Kutim untuk pembayaran," ungkap Hengky Abdullah.

Terpisah, Bupati Kutim Ismunandar mengatakan bukan tidak menepati janji, tapi menunggu kejelasan surat menyuratnya dulu. "Itu yang paham, jajaran PLTR. Jangan sampai kita bayar, ternyata bermasalah di belakang hari," kata Bupati Kutim Ismunandar. (sar)

Subscribe YouTube newsvideo tribunkaltim:



Baca juga:


Disebut Calon Menteri Jokowi, Putri Mantan Presiden RI Ini Malah Tertawa dan Sebut Terlalu Rendah


Terungkap, Sang Suami Ternyata Sering Lakukan Hal Ini saat Lihat Nunung Konsumi Sabu di Pagi Hari


Setelah Pensiun Tentara, Edy Rahmayadi Ungkap Ada Oknum TNI Sok-sokan Dengannya, Begini Perlakuannya


Tsunami 20 Meter Ancam 584 Desa, BMKG Sebut Ada Generator Gempa Kuat di Pantai Selatan Jawa


Benda Langka yang Ditemukan Susno Duadji di Kebunnya Tak Sembarangan, Bisa Berbunyi Seperti Gong

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved