Gelombang Tinggi, Penyebab Kenaikan Harga Ikan Laut, Begini Antisipasi Pemkot dan TPID Balikpapan

tingginya gelombang laut di perairan Selat Makasar maupun sekitar teluk Balikpapan yang mengganggu aktivitas nelayan untuk melaut

Gelombang Tinggi, Penyebab Kenaikan Harga Ikan Laut, Begini Antisipasi Pemkot dan TPID Balikpapan
Tribunkaltim.co, Siti Zubaidah
Pemkot Balikpapan bersama Bank Indonesia Balikpapan yang tergabung dalam TPID melaksanakan High Level Meeting (HLM) dengan tema Evaluasi Inflasi Kota Balikpapan Semester I-2019 dan Antisipasi Risiko Inflasi Semester II 2019. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Gelombang tinggi menjadi salah satu penyebab kenaikan harga ikan laut di kota Balikpapan. Pemkot Balikpapan bersama Bank Indonesia Balikpapan yang tergabung dalam tim pengendali inflasi daerah (TPID) melaksanakan High Level Meeting (HLM) dengan tema Evaluasi Inflasi Kota Balikpapan Semester I-2019 dan Antisipasi Risiko Inflasi Semester II 2019.

Bertempat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan. HLM TPID Kota Balikpapan dipimpin Sekkot Balikpapan Sayid MN Fadly selaku Ketua Harian TPID Kota Balikpapan.

Dihadiri oleh seluruh anggota TPID Kota Balikpapan termasuk Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto, dan Kepala Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan, Achmad Zaini sebagai narasumber.

Informasi yang beredar, bahwa inflasi Kota Balikpapan pada bulan Juni 2019 tercatat sebesar 0,96% (mtm), lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Namun, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata inflasi bulan Juni selama 3 tahun terakhir.

Jika dibandingkan dengan inflasi Kota Samarinda, inflasi Kota Balikpapan cenderung lebih tinggi.

Secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan mencatatkan angka sebesar 3,00% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi Provinsi Kaltim sebesar 2,71% (yoy), tetapi lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 3,28% (yoy).

"Sementara itu, secara kumulatif, inflasi Kota Balikpapan hingga semester I-2019 tercatat sebesar 2,40% (ytd)," kata Bimo Epyanto.

Beberapa faktor yang mendorong inflasi pada semester I 2019 antara lain, tingginya curah hujan yang menyebabkan gangguan produksi tanaman sayuran sehingga menyebabkan inflasi sayuran mencapai 1,23% (ytd).

Selain itu, lanjut Bimo Epyanto menjelaskan, tingginya gelombang laut di perairan Selat Makasar maupun sekitar teluk Balikpapan yang mengganggu aktivitas nelayan untuk melaut sehingga berdampak pada inflasi komoditas ikan laut hingga 0,46% (ytd).

Halaman
123
Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved