Guru Besar Ini Ungkap Alasan Pentingnya Masa Jabatan Presiden Diperpanjang, Sebut RI Tak Sekaya AS

Wacana agar masa jabatan presiden diperpanjang, yakni diubah dari lima menjadi tujuh tahun kini tengah mengemuka

Guru Besar Ini Ungkap Alasan Pentingnya Masa Jabatan Presiden Diperpanjang, Sebut RI Tak Sekaya AS
Tribun Jogja/Suluh Pamungkas
Ilustrasi Pemilu - Rekam Jejak 5 Sosok Kuda Hitam yang Dinilai Punya Kans Besar Bertarung di Pilpres 2024 

TRIBUNKALTIM.CO - Wacana agar masa jabatan Presiden diperpanjang kini tengah mengemuka.

Wacana agar masa jabatan presiden diperpanjang ini dilontarkan Guru besar Universitas Pertahanan, Salim Said 

Salim Said menyarankan agar masa jabatan seorang presiden diperpanjang dalam satu periode, yakni diubah dari lima menjadi tujuh tahun.

Salim Said lantas membeberkan alasannya dapat menyampaikan saran kontroversial itu.

Hal tersebut disampaikan Salim Said saat menjadi narasumber di acara Dialog TV One, pada Rabu (17/7/2019).

Diwartakan sebelumnya usulan Salim Said itu serupa dengan Eks Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) AM Hendropriyono.

Hendropriyono bahkan menyarankan dalam satu periode diubah menjadi delapan tahun.

Salim Said kemudian menjelaskan dirinya secara pribadi Indonesia mengikuti Perancis dan Filipina, yakni tujuh tahun dalam satu periode kepemimpinan seorang presiden.

"Saya tidak mengusulkan delapan tahun karena setahu saya di dunia ini, yang saya tahu tujuh tahun, Perancis dan Filipina," ucap Salim Said dikutip TribunJakarta.com, pada Kamis (18/7/2019).

"Kalau delapan tahun itu sudah hampir dua masa jabatan presiden terlalu lama,"

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved