Guru Besar Ini Ungkap Alasan Pentingnya Masa Jabatan Presiden Diperpanjang, Sebut RI Tak Sekaya AS

Wacana agar masa jabatan presiden diperpanjang, yakni diubah dari lima menjadi tujuh tahun kini tengah mengemuka

Guru Besar Ini Ungkap Alasan Pentingnya Masa Jabatan Presiden Diperpanjang, Sebut RI Tak Sekaya AS
Tribun Jogja/Suluh Pamungkas
Ilustrasi Pemilu - Rekam Jejak 5 Sosok Kuda Hitam yang Dinilai Punya Kans Besar Bertarung di Pilpres 2024 

"Artinya sirkulasi elite jadi terbatas," tambahnya.

Salim Said mengatakan usulan tersebut didasari Indonesia yang tak sekaya Amerika Serikat, sehingga tak disarankan melangsungkan pemilu terlalu sering.

Ia menjelaskan Amerika Serikat melaksanakan pemilu dalam dua sampai empat tahun sekali.

Salim Said menilai hal tersebut wajar mengingat Amerika Serikat adalah negara adidaya.

"Kedua kita ini enggak negeri kaya seperti Amerika," jelas Salid Said.

"Di Amerika itu tiap empat tahun ganti presiden, dan kongres Amerika semacam DPR itu setiap dua tahun sebagian ganti,"

"Jadi Amerika itu sibuk pemilu terus ya duitnya banyak,"

"Lah kita kalau pemilu terus sering duit kita enggak banyak," imbuhnya.

Salid Said menjelaskan jika seorang presiden hanya diizinkan satu periode namun masa jabatanya ditambah menjadi tujuh tahun, maka hal tersebut dapat membuat pergantian elite politik lebih cepat.

"Jadi ada beberapa penjelasan mengapa saya sarankan diubah sistem itu dari dua kali masa jabatan selama lima tahun, menjadi satu kali masa jabatan tujuh tahun," ucap Salim Said.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved