Terungkap Kurir Sabu 38 Kg yang Tertangkap di Bulungan, Kaltara Kerap Gonta-Ganti Mobil

Pengungkapan kasus narkotika jenis sabu seberat 38 Kg merupakan rekor bagi tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat kepolisian

Terungkap Kurir Sabu 38 Kg yang Tertangkap di Bulungan, Kaltara Kerap Gonta-Ganti Mobil
ISTIMEWA/Polres Bulungan
Barang bukti narkoba jenis sabu 38 kilogram diamankan di Satreskoba Polres Bulungan, Sabtu (20/7/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pengungkapan kasus narkotika jenis sabu seberat 38 Kg merupakan rekor bagi tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat kepolisian, khususnya di Kaltim-Kaltara.

Uniknya, pelaku merupakan seorang pemuda berusia 20 tahun bernama Achmad Fathoni (AF), warga Samarinda, Kalimantan Timur. Penelusuran Tribun Kaltim, AF cukup dikenal di lingkungan tempat tinggalnya, di komplek perumahan, Jalan P Suryanata, Kecamatan Samarinda Ulu.

Selama di Samarinda, AF tinggal bersama kedua orangtuanya di rumah berbentuk bangsalan dua pintu warna hijau. Kendati demikian, rumah tersebut merupakan milik orangtuanya, sedangkan pintu bangsalan samping rumahnya disewakan.

Ketika Tribun mencoba mendapatkan keterangan dari kedua orangtuanya, saat itu orangtua sedang tidak berada di rumah. "Orangnya lagi keluar, coba nanti datang lagi," ucap seorang wanita, penghuni sebelah rumah pelaku, Minggu (21/7).

Tidak jauh dari rumah pelaku, terdapat rumah ketua RT setempat. Menurut penuturan Ketua RT, orang tua pelaku bukanlah orang sembarang, melainkan seorang pensiunan aparat yang sudah berusia 66 tahun.

Rilis Sabu 38 kg Polda Kaltara
Rilis Sabu 38 kg Polda Kaltara (Tribunkaltim.co/ Muhammad Arfan)

Kepada Tribun, Ketua RT yang enggan menyebutkan jati dirinya tersebut mengaku telah mengetahui ada warganya yang terlibat kasus narkotika di Bulungan, Kalimantan Utara sejak Sabtu (20/7) malam kemarin.

Saat itu, seorang warga menanyakan kepada dirinya mengenai apakah benar ada warga di RT-nya bernama Achmad Fathoni. Dirinya pun membenarkan nama tersebut merupakan warganya.

Tidak berselang lama, sekitar pukul 23.00 Wita, warga tersebut mendatangi rumahnya dan memberitahukan kasus yang menimpa Achmad Fathoni.

"Saya ditunjukan foto-foto Toni (panggilan dirinya ke Achmad Fathoni), memang benar anak ini, warga sini," ucapnya.

Dikemukakan, yang bersangkutan merupakan teman sekolah dasar (SD), anaknya yang terakhir. Pelaku merupakan anak satu-satunya dari pasangan Sn dan Tn. Keduanya merupakan pasangan manula yang saat ini hanya tinggal berdua saja.

Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved