Breaking News:

Pilpres 2019

Bakal Ada yang Gigit Jari, Seskab Akhirnya Buka-bukaan soal Rekonsiliasi yang Diinginkan Kubu Jokowi

Blak-blakan ulas soal rekonsiliasi kubu Jokowi dan Prabowo, salah satu hal yang ditegaskan Pramono Anung adalah tetap harus ada oposisi

Penulis: Doan Pardede | Editor: Rita Noor Shobah
(Foto: Jay/Humas)
Seskab Pramono Anung menjawab pertanyaan Presenter TV One, Balques Manisang, yang ditayangkan dalam acara FAKTA, Senin (22/7) malam. 

Seskab: Ya yang pertama tentunya pertemuan itu terjadi karena memang sudah ada keinginan dari kedua tokoh, baik Pak Jokowi maupun Pak Prabowo. Dan ini menurut saya, momentumnya menjadi pas karena memang sangat ditunggu, bukan hanya oleh publik dalam negeri tapi juga publik luar negeri. Karena bagaimanapun politik kita, demokrasi kita itu dianggap sebagai sebuah role model demokrasi yang mengalami proses pendewasaan apalagi maturity adalah musuh ya. Nah di dalam negeri juga demikian untuk meredakan. Hanya memang untuk mempertemukan kedua tokoh ini karena gerbongnya juga panjang, pertarungannya hampir 10 bulan, pengkubuannya sangat kuat, sehingga tentunya dari dua-duanya ada hambatan juga.

Baca juga :

Bertemu di MRT, Prabowo Minta Jokowi Lepaskan Pendukungnya yang Tersangkut Kasus Hukum

Setelah Bertemu Jokowi di Stasiun MRT, Prabowo Subianto Tegaskan Dirinya Tak Tawar Menawar Cita-cita

TV One: Seperti apa tuh, mas? Kalau boleh berbagi nih.

Seskab: Ya sebagai contoh lah, sebagai contoh misalnya ada syarat-syarat, misalnya syarat tentang Habib Rizieq itu kan sangat kuat. Padahal tidak pernah ada pembicaraan syarat itu. Dan pada saat pertemuan juga tidak ada syarat-syarat. Jadi, kedua tokoh yang memang sudah saling mengenal lama, dua kali berkompetisi bersama-sama. Sudah sama-sama ingin bertemu, tetapi kan memang barrier-nya ada saja. Tapi Alhamdulillah kemarin bertemu, dan tentunya ada yang mengerjakan untuk pertemuan tersebut.

TV One: Jadi tanpa syarat, kemudian nggak ujug-ujug, khusus untuk mereduksi bagaimana kondisinya dari bawah sampai ke atas. Tapi kan setelah itu banyak sekali respon, nggak dipungkiri tentunya, apalagi dari dalam juga agak lebih dinamis “oh jadi sudah ada posisinya masing-masing” dalam kondisi seperti itu, gimana tuh, Mas?

Seskab: Karena dua tokoh ini bicaranya sebenarnya bukan persoalan-persoalan kecil. Tapi bagaimana supaya demokrasi yang sudah baik ini segera kita konsentrasi untuk bekerja. Jadi bukan kemudian katakanlah mengenai bagi-bagi. Sama sekali tidak ada itu. Bahwa dalam politik itu kemudian ada negosiasi, ada kerjasama ataupun juga nanti tidak kerja sama. Tetapi kalau kemudian itu dibicarakan secara terbuka itu lebih baik. Dan pembicaraan Pak Prabowo dengan Pak Jokowi memang kita atur di gerbong dua. Jadi ada tiga gerbong yang kita persiapkan. Di gerbong dua itu beliau bicara memang hanya berdua. Kebetulan yang viral kemarin itu adalah saya yang ambil gambarnya. Dan dari kedua belah pihak yang mendampingi hanya saya, kemudian Pak Budi Gunawan, Pak Erick Thohir, kemudian Pak Muzani, dan Edi Prabowo, itu aja di dalam gerbong itu. Tapi kita tidak mendengar pembicaraan beliau berdua.

Baca juga :

Ada Makna Tersembunyi Memilih MRT Jakarta jadi Tempat Pertemuan Jokowi dan Prabowo Usai Pilpres 2019

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved