Breaking News:

Pilpres 2019

Bakal Ada yang Gigit Jari, Seskab Akhirnya Buka-bukaan soal Rekonsiliasi yang Diinginkan Kubu Jokowi

Blak-blakan ulas soal rekonsiliasi kubu Jokowi dan Prabowo, salah satu hal yang ditegaskan Pramono Anung adalah tetap harus ada oposisi

Penulis: Doan Pardede | Editor: Rita Noor Shobah
(Foto: Jay/Humas)
Seskab Pramono Anung menjawab pertanyaan Presenter TV One, Balques Manisang, yang ditayangkan dalam acara FAKTA, Senin (22/7) malam. 

TV One: Alhamdulillah seperti itu ya Mas Pram, jadi substansi dari pertemuan, kita lihat ada pasti meskipun mencari persamaan, tapi kita juga bisa lihat aspirasi dari kedua tokoh ini. Bisa nggak komunikasi yang baik ini tetap terjalin dari pihak Pak Prabowo ya, soal listrik, soal BBM, soal sembako murah, soal BUMN yang digaungkan. Bisa nggak itu diakomodir.

Seskab: Ya tentunya langkah ke depan itu kan begini, harus dilihat dua hal. Yang pertama adalah pasti akan ada kerja sama di parlemen, nah bagaimana nanti kerja sama di luar parlemen apakah di eksekutif akan ada kerja sama. Jadi dalam dua sisi itu nanti akan melihat, membedah persoalan-persoalan yang disampaikan tadi. Hal yang berkaitan BBM, BUMN, hal-hal yang berkaitan kebutuhan pokok rakyat, pertanian, masalah ekspor dan sebagainya dikritisi oleh Pak Prabowo maupun Pak Sandiaga ketika di debat pilpres, itu akan pasti akan dipikirkan secara sama-sama.

TV One: Itu soal apa yang dibutuhkan buat bangsa, sekarang yang juga sensitif karena Mas Pram juga sudah sedikit summon ini, soal bagaimana yang dipertanyakan benar nggak sih ada pembicaraan soal Habib Rizieq Shihab, sama sekali tidak ada?

Seskab: Tidak ada.

TV One: Ada penyampaian soal hal-hal sensitif soal ulama, tentang masalah yang dikriminalisasi, tanggapan seperti itu, ada nggak

Seskab: Saya melihat bahwa Pak Prabowo adalah orang yang taat dan patuh kepada hukum, sehingga beliau tahu mana yang perlu disampaikan, mana yang tidak. Nah hal-hal yang begitu, tentunya tidak langsung kepada oleh beliau, melalui messenger dan sebagainya, yang kalau kemudian ini melanggar hukum, ya tentunya beliau pasti tidak akan.

TV One: Jadi pilihan oposisi seperti apa, identitas oposisi seperti apa yang diminta Pak Jokowi adalah yang bisa 50:50 maksudnya?

Seskab: Ya bukan 50:50 tapi kan di sini modalnya 92%, nanti apakah akan bertambah atau tetap kan sangat bergantung pada proses politik yang ada. Tapi pengalaman kami pernah 10 tahun diluar pemerintahan, enjoy-enjoy aja. Dan akhirnya pada pemerintahan dua periode. Sehingga dengan demikian, sekarang ini harusnya dipahami bahwa demokrasi kita itu memberikan kesempatan, ruang yang luas bagi siapapun dan kemudian berdemokrasi, berbeda pendapat, jangan dendam, jangan hoaks, jangan marah-marah, jangan mau menangnya sendiri, karena ya itulah pilihan-pilihan yang ada.

TV One: Jadi tulisan atau analisa sirkulasi orang orang soal ‘oh ya udah gapapa gue gabung deh satu kan 55% satu lagi 45% jadi nanti sesuai juga dengan angkanya’, itu bagaimana pikiran politik seperti itu?

Seskab: Ya itu mesimplifikasi, menyederhanakan padahal yang ada adalah tetep saya yakin ya, berapa pun perolehan suara di pilpres itu, kemudian juga cermin dari partai-partai yang ada di parlemen, pasti ini bisa menjadi acuan untuk melihat bagaimana konfigurasi politik kita. Karena memang pertarungan harus diakui selama 10 bulan, kebetulan saya juga mendampingi Pak Jokowi terus, itu luar biasa, pembelahan di bawahnya juga luar biasa. Bahkan di keluarga, di rumah, di saudara, di arisan itu pembelahannya luar biasa.

TV One: Ok jadi satu analisis juga, apapun nanti impact atau hasil dari rekonsiliasi atau ya gak mungkinlah semua diakomodasi

Seskab: Oh tidak mungkin, harus ada oposisi juga.

TV One: Mungkin pejuang koalisi di sisi Pak Jokowi juga repot ya pak?

Seskab : Ya harus ada yang mengontrol, karena pemerintah itu harus ada yang mengontrol enggak bisa kemudian semuanya. Tetapi harus diakui juga bahwa demokrasi kita, politik kita itu kebanyakan masih ingin ikut yang menang.

TV One: Masih pingin ikut yang menang itu bagus tuh Mas Pram. Visinya atau kepentingannya?

Seskab: Kalau bagi yang berkepentingan ya termasuk. Termasuk bukan hanya para pelaku politisinya tetapi dunia usaha, masyarakatnya kan selalu ingin ikut yang menang. Padahal yang menang itu adalah demokrasi yang seperti ini, ya kita bersama, sudah tidak ada lagi di luar itu.

TV One: Ok, karena kan kita mau nungguin pertemuan berikutnya, minggu depan mungkin?

Seskab: Ya pertemuan akan ada karena memang beliau berdua sepakat untuk secara frekuensi untuk bertemu, menyamakan persepsi dan kemudian juga menghilangkan sekat. Karena bagaimana pun sebenarnya yang banyak yang tampil di ruang publik itu tidak mengerti apa-apa begitu. Tetapi suaranya lebih kencang, lebih keras, dan publik juga meng-entertaint mereka, tapi ya tidak apa-apa inilah demokrasi.

Jadi tanyanya ke Mas Pram begitu ya. Mas Pram terima kasih, selamat bekerja kembali Pak Menteri. Mudah-mudahan pekerjaannya semakin lancar dengan adanya rekonsiliasi ini, kita lihat impactnya mudah-mudahan juga yang menang ya rakyat Indonesia ya.

(RSF/AGG/ES)

Subscribe YouTube newsvideo tribunkaltim:

Baca juga:

Komplotan Tuyul Ojek Online Diringkus, Cuma Duduk-duduk di Warung Tapi Penghasilan Jutaan Per Hari

Kapolres Ungkap Motif Brigpol IP, Polisi Penembak Mati Pemalak Sopir Truk di Simpang Macan Lindungan

Kursi Wagub Terlalu Lama Kosong, Anies Baswedan Akhirnya Angkat Bicara, Sebut Tugasnya Sudah Selesai

Persib Bandung Bakal Dapat Tambahan Amunisi Baru di Putaran Kedua Liga 1 2019

Setelah Nunung, Ini 4 Inisial Nama Artis Tanah Air yang Diincar karena Menggunakan Narkoba

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved