Rumah Makan Beromzet Rp 800 Ribuan Per Bulan Pakai Gas Subsidi di Penajam Paser Utara Belum Dihukum

Rumah Makan yang beromset Rp 800.000 ke atas tapi masih ada saja yang pakai gas subsidi, padahal ini diperuntukan bagi orang miskin tapi belum sanski.

Rumah Makan Beromzet Rp 800 Ribuan Per Bulan Pakai Gas Subsidi di Penajam Paser Utara Belum Dihukum
Dok Tribunkaltim.co
Salah satu agen elpiji gas subisidi bagi orang miskin, tengah melakukan bongkar muat di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sikapi penggunaan gas subsidi yang jadi prioritas bagi orang miskin

Hingga saat ini, pengamatan Tribunkaltim.co pada Selasa (23/7/2019), belum menerapkan atau memberikan sanksi pada Rumah Makan yang beromset Rp 800.000 ke atas per bulan tapi masih ada saja yang pakai gas subsidi, padahal ini diperuntukan bagi orang miskin

Penerapan sanksi tersebut, sesuai surat edaran Bupati Penajam Paser Utara yang melarang aparatur sipil negara (ASN) untuk menggunakan gas subsidi 3 kilogram.

Hal tersebut juga sesuai rujukan Peraturan Presiden Nomor 104 tahun 2007, tentang penyediaan, pendistribusian dan penetapan harga gas elpiji 3 kilogram, hanya diperuntukkan untuk orang miskin.

Diskukmperindag Penajam Paser Utara, untuk memaksimalkan surat edaran Bupati tersebut.

Juga akan memberlakukan larangan penggunaan gas subsidi 3 kilogram untuk rumah makan yang memiliki omzet Rp 800.000 ke atas karena dinilai bukan penerima manfaat.

Namun, pemberlakuan tersebut belum terealisasi.

Tabung gas elpiji 3 Kg yang kosong diangkut ke agen di Jalan Yos Sudarso II, Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.
Tabung gas elpiji 3 Kg yang kosong diangkut ke agen di Jalan Yos Sudarso II, Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. (TribunKaltim.Co/Margaret Sarita)

Kepala Disdukmperindag PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil koordinasi dari pihak PT Pertamina (Persero).

"Kita tunggu dulu dari pihak Pertamina, karena kalau kita razia, kita langsung ganti," katanya kepada Tribunkaltim.co pada Selasa (23/7/2019).

Pertamina akan menyediakan bright gas 5,5 kilogram.

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved