Butuh Sanksi Lebih Tegas Bagi Parpol dan Peserta Pemilu Pelanggar APK

Selama perhelatan Pemilu 2019 lalu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Samarinda, mengamankan 10,227 buah alat peraga kampanye

Butuh Sanksi Lebih Tegas Bagi Parpol dan Peserta Pemilu Pelanggar APK
TribunKaltim.Co/Nalendro Priambodo
Suasana Rapat Evaluasi Fasilitasi Kampanye Pemilihan Umum tahun 2019 di Tingkat KPU Kota Samarinda di Derawan Meeting Room Hotel MJ Samarinda Rabu (24/07/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Selama perhelatan Pemilu 2019 lalu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Samarinda, mengamankan 10,227 buah alat peraga kampanye yang melanggar ketentuan yang diatur dalam PKPU 2018 23 dan 28.

Ke-10,227 buah APK itu, didapat dari akumulasi 16 parpol peserta Pemilu meliputi Caleg DPR RI, provinsi dan kota. Sementara, jenis APK yang diamankan meliputi, banner, spanduk, baliho, one way sticker sampai umbul-umbul.

Melanggar dikarenakan pemasangan di pohon, tiang listrik, angkutan umum (fasilitas umum), fasilitas pemerintah

Selain ketidakpatuhan aturan, Komisioner Bawaslu Kota Samarinda, Daini Rahmat memaparkan, pelanggaran ini dikarenakan salah pengertian peserta Pemilu tentang penempatan bahan kampanye dan APK.

“Bahan kampanye itu seperti poster dan banner. Kalau APK itu baliho, spanduk, dan umbul – umbul.

Peserta yang melanggar ini sebagian besar bahan kampanye ini ditempel di jalan – jalan yang bukan seharusnya,” ujar Daini, usai Rapat Evaluasi Fasilitasi Kampanye Pemilihan Umum tahun 2019 di Tingkat KPU Kota Samarinda di Derawan Meeting Room Hotel MJ Samarinda, Rabu (24/07/2019).

Sanksi pelanggaran ini bersifat administratif, baik ringan maupun berat. Sanksi ringan berupa teguran tertulis dari Bawaslu maupun KPU, dan sanksi sedang berupa pencopotan APK dan berat dihentikan kegiatan Pemilu dalam sekali tahapan.

Meski demikian, Daini menilai sanksi administratif belum memberi efek jera bagi peserta pemilu. Ia menyarankan ada perubahan regulasi yang memberi mengatur sanksi berat bagi peserta agar tak melanggar lagi.

Sebab, APK yang dipasang sembarangan mengganggu estetika kota dan lingkungan.

“Seperti denda lima puluh juta rupiah, kan pasti memberatkan," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved