Korupsi

Kasus Korupsi Perusda UAJ Kota Bontang Seret Tersangka Baru

Kajari Bontang melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Yudo Adiananto menerangkan modus operandi tersangka dalam merugikan negara dari dana penyertaan

Kasus Korupsi Perusda UAJ Kota Bontang Seret Tersangka Baru
TribunKaltim.Co/Ichwal Setiawan
SINYAL TERSANGKA BARU — Kasi Pidana Khusus, Kejari Bontang Yudo Adiananto menjelaskan pengungkapan kasus korupsi di Perusda AUJ Bontang terus berlanjut. Bahkan sinyal bakal menyeret tersangka baru. 

Kasus Korupsi Perusda Aneka Usaha dan Jasa Kota Bontang Seret Tersangka Baru

TRIBUNKALTIM.CO BONTANG - Kasus korupsi di tubuh Perusda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) Kota Bontang diprediksi menyeret tersangka baru. Korupsi yang merugikan negara sebesar sekitar Rp 7 miliar ini sudah menetapkan tersangka yakni mantan Direktur Perusda Auj Dandi Priyo Anggono sampai saat ini masih berstatus buron.

Sinyal kasus ini menyeret tersangka baru terungkap saat Kejari Bontang menggelar jumpa pers di Kantor Kejari Bontang, Rabu (24/7/2019). Kajari Bontang melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Yudo Adiananto menerangkan modus operandi tersangka dalam merugikan negara dari dana penyertaan modal pemerintah.

Penyertaan modal pemerintah ke tubuh Perusda AUJ dilakukan sebanyak 2 kali periode 2014-2015 lalu. Hanya saja dana penyertaan modal yang diserahkan tak mampu dikelola dengan bijak. Alhasil, negara mengalami kerugian miliaran rupiah.

Yudo menambahkan, kejahatan korupsi tidak mungkin berdiri sendiri. Pihak-pihak yang terlibat dalam memuluskan langkah tersangka bakal ditelusuri. “Kasus ini tidak akan berhenti di Dandi saja,” ujar Kasi Yudo kepada wartawan.

Baca juga:

Tim Gabungan BNN Provinsi Kaltim Bekuk Tiga Pemuda Jaringan Narkoba Lintas Daerah di Bontang

Tim KPK RI Kunjungi Kutim, Program Aksi Pemberantasan Korupsi di Kutim Masih 50 Persen

TGPF Beber 6 Kasus Korupsi yang Diduga Jadi Pemicu Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan

 

Dari catatan tribun, Sekadar informasi, kasus korupsi dana penyertaan modal Rp 16 miliar oleh Perusda AUJ mulai masuk ke meja kejaksaaan pada tahun lalu seiring laporan pertanggung jawaban yang tak sesuai. Dana yang digulirkan oleh pemerintah ludes kurun beberapa bulan saja.

Menurut keterangan Dandi, dana tersebut telah dialokasikan ke sejumlah anak usaha Perusdaa AUJ, diantaranya PT Bontang Transport untuk pembangunan dua unit bengkel masing-masing dikucurkan Rp 1 miliar. Kemudian PT Bontang Investama, untuk pengadaan mega tron dengan harga fantastis sebesar Rp 3,9 miliar. Setelah kasus ini masuk dalam penyelidikan, Dandi tak dapat ditemui lagi oleh wartawan.

Dandi Satatus Buron

MANTAN Direktur Perusda Auj Bontang, Dandi Priyo Anggono masih berstatus buron hingga sekarang. Penyidik dari Kejari Bontang mengaku masih melakukan pengejaran pelaku di lokasi yang masih dirahasiakan.

Halaman
123
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved