Pelaku Penyelundupan Miras Cap Tikus 7 Ton di Pelabuhan Samarinda, Ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara

Cap Tikus sebanyak tujuh ton itu hanya di satu tempat di Kota Manado yang memang tempat tersebut merupakan petani Cap Tikus.

Pelaku Penyelundupan Miras Cap Tikus 7 Ton di Pelabuhan Samarinda, Ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara
TribunKaltim.Co/Aris Joni
Pelaku dan barang bukti miras Cap Tikus sebanyak tujuh ton miras jenis Cap Tikus tersebut dikemas dalam 140 karung dengan total berat sekitar 7.000 liter di kantor Direktorat Polairud Polda Kaltim, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu (24/7/2019) pagi. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kaltim menjerat pasal berlapis kepada H. Aco, pelaku penyelundupan tujuh ton minuman keras atau miras jenis Cap Tikus (CT) yang diselundupkan melalui pelabuhan ferry, Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur beberapa hari yang lalu.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Polairud Polda Kaltim, Kombes Pol Omad melalui Kasubdit Gakkum, Kompol Harun Purwoko saat melaksanakan press realese dengan awak media di kantor Direktorat Polairud Polda Kaltim pada Rabu (24/7/2019).

Dikatakan Harun, miras Cap Tikus sebanyak tujuh ton miras jenis Cap Tikus tersebut dikemas dalam 140 karung dengan total berat sekitar 7.000 liter.

Diambil dari Kota Manado Sulawesi Utara dan dikirim melalui pelabuhan Pare-Pare, Sulsel ke pelabuhan Samarinda, Kaltim.

"Dibawa dengan menggunakan satu unit truk," ujarnya kepada Tribunkaltim.co.

Lanjutnya, rencananya CT tersebut akan di edarkan dibeberapa kabupaten/kota di Kaltim dan pasal ynag disangkakan kepada tersangka adalah undang-undang pangan yakni UU nomor 18 tahun 2012 pasal 142 junto 141 dengan ancaman dua tahun dan dilapis dengan pasal 204 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun.

"Kalau diuangkan sekitar Rp 150 juta," ungkapnya.

Penggagalan penyelundupan Cap Tikus melalui Pelabuhan Samarinda terjadi pada Minggu (21/7/2019) siang sekitar pukul 11.00 Wita.

Harun menjelaskan, dalam operasi tersebut, pihaknya melakukan pengecekkan terhadap kendaraan yang tiba dari Sulawesi di Kota Samarinda.

Namun, saat pihaknya memeriksa satu unit truk bernomor polisi DP 8834 CJ yang dikemudikan H Acok (51), ditemukanlah Cap Tikus tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Aris Joni
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved