Badan Pengawas dan Sekretaris KJKS Halal Jadi Tersangka, Kejaksaan Buru Aset 2 Mobil Mewah

Jumlah tersangka kasus korupsi yang terjadi di tubuh Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Halal Bontang bertambah menjadi 3 orang.

Badan Pengawas dan Sekretaris KJKS Halal Jadi Tersangka, Kejaksaan Buru Aset 2 Mobil Mewah
TribunKaltim.Co/Ichwal Setiawan
TETAPKAN TERSANGKA — Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bontang, Yudo Adiananto menetapkan tersangka baru dari kasus korupsi KJKS Halal yang merugikam negara Rp 10 miliar. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Kasus korupsi penyimpangan dana dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM tahun anggaran 2010-2011 menyeret tersangka baru.

Jumlah tersangka kasus korupsi yang terjadi di tubuh Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Halal Bontang bertambah menjadi 3 orang.

Mereka diantaranya, Chr sebagai Badan Pengawas KJKS Halal, Igs sebagai Sekretaris KJKS Halal dan Srt sebagai direktur KJKS Halal.

Dari perbuatan para pelaku negara mengalami kerugian keuangan sebesar Rp 10 miliar dari suntikan dana APBN. “Kalau Direktur KJKS Halal sudah ditahan untuk kasus korupsi di tempat berbeda,” ujar Kasi Pidana Khusus, Yudo Adiananto kepada wartawan, Kamis (24/7/2019).

Penetapan tersangka para pelaku menyusul terbitnya surat perintah penyidikan dua pelan lalu. Berangkat dari surat perintah itu, pihaknya mulai mendalami kasus ini.

Dijelaskan, modus operandi para tersangka mengalihkan dana dari LPDB untuk kepentingan pribadi. Seharusnya, suntikan dana sekitar Rp 32 miliar untuk keperluan koperasi dan UMKM di Bontang.

Namun diperjalanan, ketiganya bekerja sama membentuk perusahaan property. Kemudian, kucuran dana yang diberikan dialihkan ke perusahaan yang mereka bentuk.

“Disalahgunakan untuk membiayai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti, PT Halal Square, Perumahan di Api-Api dan Property di Kutai Timur,” ungkapnya.

Lebih lanjut, penyidik juga mengembangkan kasus ini untuk memburu sejumlah aset yang diduga hasil kejahatan korupsi.

Diantaranya, 1 unit mobil mewah Hummer, 1 unit mobil mewah merk Wrangler Rubicon, 1 unit Honda CRV, 1 unit Avanza, 1 Unit eksavator, 3 unit jetski selain itu ada juga aset tak bergerak berupa kantor yang berada di depan Polres dan Tanah di Kahiyang Bengkulu.(*)

Halaman
12
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved