Sempat Bermasalah, Dinkes Nyatakan Proyek Gedung Bedah Sentral Clear

Badan Pemeriksa Keuangan Provinisi (BPKP) Kaltim sempat menemukan sejumlah persoalan pada pengadaan Gedung Bedah Sentral di RSUD IA Moeis Samarinda.

Sempat Bermasalah, Dinkes Nyatakan Proyek Gedung Bedah Sentral Clear
TribunKaltim.Co/Nalendro Priambodo
Suasana RSUD IA Moeis Samarinda 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Pemeriksa Keuangan Provinisi (BPKP) Kaltim sempat menemukan sejumlah persoalan pada pengadaan Gedung Bedah Sentral di Rumah Sakit Daerah IA Moeis Samarinda.

Ddari hasil pemeriksaan dokumen dan fisik hasil pekerjaan yang dilakukan pada 2017 lalu yang tertuang dalam laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan Pemkot Samarinda.

Dalam laporan bernomor 13.A/LHP/XIX/SMD/V/2018 yang diterbitkan 28 Mei 2018, BPKP menemukan perbedaan perhitungan dokumen progress fisik per 28 Desember 2017 yang dilaporkan Dinas Kesehatan Kota Samarinda sebesar 96,84%.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik diketahui progres kemajuan fisik pekerjaan atas Pengadaan Bangunan Gedung Bedah Sentral baru mencapai 82,97%.

Artinya, terdapat selisih progres kemajuan fisik sebesar 13,87%. Menurut PPK dan Pelaksana Pekerjaan, progres kemajuan fisik pekerjaan yang dilakukan adalah dengan memperhitungkan komponen material on site.

Akan tetapi, berdasarkan analisa atas dokumen kontrak diketahui bahwa tidak ada klausul yang menyatakan mengakui adanya penerimaan dan pembayaran item pekerjaan material on site.

"Berdasarkan laporan progres  tersebut diketahui bahwa progres pekerjaan per 28 Desember 2017 adalah sebesar 77,96% atau senilai Rp 30.259.601.774," demikian isi laporan BPK itu.

Sampai dengan berakhirnya pemeriksaan lapangan, kontraktor pekerjaan, PT. NS telah melewati batas waktu penyelesaian atau mengalami keterlambatan selama 130 hari kalender, terhitung dari tanggal 29 Desember 2017 sampai dengan 7 Mei 2018.

Atas permasalahan tersebut PT. NS dikenakan denda keterlambatan minimal sampai dengan 7 Mei 2018 sebesar Rp 1.011.005.829,81.

Sayangnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tidak memutus kontrak pelaksanaan pekerjaan atas Pengadaan Bangunan Gedung Bedah Sentral.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Samir Paturusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved