Berita Pemprov Kalimantan Utara

Capai 7,13 persen, Pertumbuhan Ekonomi Kaltara Tertinggi di Kalimantan

Sesuai data BI, seperti disapaikan Irianto, pertumbuhan pendapatan domestik regional bruto (PDRB) regional Kalimantan berada pada level 8 persen

Capai 7,13 persen, Pertumbuhan Ekonomi Kaltara Tertinggi di Kalimantan
HUMASPROV KALTARA
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyalami Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie di sela membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi di Puri Agung, Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (25/7/2019). 

JAKARTA - Guna menjaga tingkat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) agar tetap berada dalam target, Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sepakat mengambil tiga langkah strategis.

Yakni, menjaga inflasi dalam kisaran sasaran, memperkuat pelaksanaan peta jalan pengendalian inflasi nasional 2019-2021 dengan menempuh pelaksanaan peta jalan pengendalian inflasi di tingkat provinsi , serta memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi melalui Rakornas Pengendalian Inflasi.

Demikian disampaikan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie mengutip arahan Wakil Presiden (Wapres) RI HM Jusuf Kalla saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Puri Agung, Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Menjaga inflasi dalam kisaran sasaran, dijelaskan Irianto, dilakukan melalui 4 kebijakan utama terkait keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaranan distribusi dan komunikasi efektif.

Kebijakan ini ditempuh dengan memberikan prioritas kepada ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi yang didukung oleh ekosistem yang lebih kondusif serta ketersediaan data yang akurat.

“Dari itu, rakornas kali ini mengangkat tema sinergi dan inovasi pengendalian inflasi untuk penguatan ekonomi yang inklusif. Setelah rakornas ini, akan ditindaklanjuti dengan Rakor Pusda TPID," ungkap Gubernur.

Tak terlepas dari itu, untuk skala regional, berdasarkan laporan BI, secara umum ekonomi Kaltara pada tahun ini diperkirakan tumbuh positif lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

"Akselerasi kinerja lapangan usaha pertambangan dan konstruksi menjadi pendorong utama peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut,” ucap Irianto.

Peningkatan lapangan usaha konstruksi sejalan dengan terus berlanjutnya percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan infrastruktur strategis lainnya seperti jalan perbatasan dan rumah sakit.

Disamping itu, proyeksi membaiknya harga komoditas pertambangan sejak awal 2019 turut berimbas positif terhadap kinerja lapangan usaha pertambangan.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved