OPINI

Milenial Berpotensi Terpapar Radikalisme

KATA radikal makin sering dibicarakan dalam forum diskusi dan kehidupan seharihari, setelah adanya serangan WTC di Manhattan, Amerika Serikat (AS)

Milenial Berpotensi Terpapar Radikalisme
HO
DR. Pitoyo. MKom, Praktisi Media dan Pemerhati Komunikasi Antaramanusia 

Bagi orangtua mungkin lebih baik putra-putrinya bermain game di rumah dari pada main di luar rumah, palagi jauh dari jangkuan orangtua. Namun, ternyata banyak game yang disalahgunakan oleh kelompok teroris dan ekstrimis untuk menyebarkan isu radikal.

Videogame, yang banyak digunakan oleh kaum muda, saat diteliti dalam kaitannya dengan ekstremisme dan radikalisasi kekerasan. Sebagian besar bukti anekdotal bahwa pendukung ISIS telah mengusulkan versi modifikasi dari beberapa game untuk menyebarkan format propaganda (Grand Theft Auto 5).

Game ini memungkinkan pemain bertindak sebagai teroris yang menyerang orang Barat (ARMA III) dan menyediakan pembajakan gambar dan judul seperti Call of Duty untuk menyinggung gagasan jihad.

Keberadaan media sosial yang seharusnya digunakan untuk kepentingan membangun pertemanan dan menyebarkan gagasan positif, ternyata banyak disalahgunakan oleh kelompok radikal, eksrimis bahkan teroris untuk kepentingan perekrutan, dan penggalangan dana untuk keperluan terror.

Conway mengidentifikasi penggunaan media oleh teroris terdiri atas lima inti dari internet dan media sosial: "penyediaan informasi, pembiayaan, jaringan, rekrutmen dan pengumpulan informasi".

Yang paling relevan dengan media sosial dan radikalisasi anak muda adalah penyediaan informasi, seperti profil para pemimpin, manifesto, publisitas dan propaganda, dan rekrutmen (Conway, 2006).

Sangat beralasan bila kini orangtua, guru, aparat pemerintah dan keamanan serta tokoh agama untuk mewaspadai gerakan radikal yang menyebarkan informasi ke media sosial, yang ada dalam genggaman tangan anak-anak sekolah.

Sosialiasi tentang media sosial yang sehat perlu terus dilakukan bahkan bila perlu dimasukkan dalam kurikulum sekolah, dan ada waktu khusus setiap hari tanpa memegang handphone, atau tidak bermedia sosial, dan khusus untuk belajar.(pit)

Subscribe YouTube newsvideo tribunkaltim:



Baca juga:


Kronologi Lengkap Tewasnya Amelia Alumnus IPB di Tepi Sawah, Lihat Pesan WA Terakhirnya Soal Angkot


Vicky Prasetyo Mengaku Sangat Menyayangi Zaskia Gotik, Curhat Nangis di Depan Ibunya


Soal Kolaborasi dengan BLACKPINK, Ariana Grande: Ya, tapi Aku Mungkin Akan Pingsan


Perkara Siram Jalan, 2 Orang di Gang Reformasi Balikpapan Ini Berkelahi, Mereka Ada Hubungan Saudara


Napoli dan Juventus Kompak Pakai Strategi Ini untuk Turunkan Harga Mauro Icardi dari Inter Milan


 

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved