Aplikasi Gojek Resmi Ganti Logo, tak Lupa Asal Usul dan Bermakna Universal

Saat didirikan pertama kali, Gojek hanya menawarkan layanan transportasi orang dengan pemesanan melalui call center.

Editor: Budi Susilo
Kompas/Priambodo
Logo baru Gojek di helm dan jaket pengemudi saat acara pergantian logo (rebranding) Gojek bersama Pendiri dan CEO Gojek Group Nadiem Makarim, di Jakarta, Senin (22/7/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Aplikator transportasi online bernama Gojek kali ini melakukan terobosan baru, meluncurkan logo baru dan memberi apresiasi berapa mitra Gojek

Berikut ini cerita gaya baru Gojek yang dikupas dalam potret Kompas.id

Saya tahu hari ini mungkin bukan hari ulang tahunmu. Tapi untukmu yang spesial, kami memiliki kado istimewa. Kado ini adalah apresiasi kami terhadap kerja keras kamu, menjadi teladan bagi jutaan mitra di Indonesia. Kado ini melambangkan penghargaan kami terhadap pengabdian kamu yang menjadi pahlawan bagi puluhan juta masyarakat di Indonesia setiap harinya.

Bibir Syamsul Anwar (41) tampak bergetar saat membacakan isi surat yang dibuat Nadiem Makarim, sang pendiri Gojek, itu. Surat tersebut ia dapat bersamaan dengan diterimanya jaket dan helm baru yang akan menemani aktivitas hariannya sebagai pengemudi ojek daring. Setelah tiga tahun menjadi mitra perusahaan aplikasi teknologi berstatus decacorn tersebut, kerja kerasnya diapresiasi.

Semua itu berawal dari aksi spontannya memberikan jaket kepada remaja tunawisma yang telanjang bulat di tengah jalan di kawasan Melawai, Jakarta Selatan. Tanpa sepengetahuannya, seseorang dari dalam mobil merekam aksinya dengan ponsel pintar dan menerbitkannya di media sosial Twitter saat itu juga pada Kamis (18/7/2019) pagi.

Pemiliki akun @senengdipeluk itu menulis, ”My faith in humanity has been restored. Bapak ini menolong remaja laki-laki yg duduk sendirian di tepi jalan tanpa busana sama sekali, memberikan, dan memakaikan jaketnya juga kpd remaja tsb. @ Gojek indonesia Bapak ini adalah pahlawan, semoga pihak Gojek berkenan memberi apresiasi”.

Postingan itu pun viral dalam sekejap dan ditonton puluhan ribu orang dalam waktu seminggu. Syamsul yang tidak gemar berselancar di media sosial tiba-tiba mendapat telepon dari perusahaan tempatnya bermitra. Ia tidak menyangka tindakannya mencuri perhatian orang banyak.

”Saya enggak ada niat apa-apa. Niatnya hanya untuk membantu karena saya ingat anak-anak saya. Saya pikir, ketika saya membantu orang, Tuhan juga akan membantu saya,” ujar ayah empat anak tersebut saat ditemui di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (27/7/2019).

Saya enggak ada niat apa-apa. Niatnya hanya untuk membantu karena saya ingat anak-anak saya. Saya pikir, ketika saya membantu orang, Tuhan juga akan membantu saya.

KOMPAS/ERIKA KURNIA

Syamsul Anwar (41) saat membacakan surat apresiasi dari pendiri Go-Jek, Nadiem Makarim.

Go-Jek menilai aksinya sebagai tindakan yang patut ditiru 2 juta mitra pengemudi Go-Jek lainnya. Selain memberikan atribut baru, Syamsul pun diganjar dengan program Gojek Swadaya yang dapat dipakai untuk menjalankan ibadah umrah atau mencicil rumah.

”Kami bangga dan sangat menghargai tindakan kebaikan yang dilakukan oleh Pak Syamsul. Sikap terpuji ini semoga mewakili sikap segenap mitra pengemudi Gojek. Kami juga berharap semakin banyak cerita positif tentang kisah inspiratif mitra pengemudi Gojek yang kami dengar dari masyarakat Indonesia,” tutur Senior Manager Corporate Affairs Go-Jek Alvita Chen.

Lembar sejarah baru

Syamsul menjadi salah satu dari 2.000 pengemudi ojek daring, dengan catatan performa dan loyalitas tertinggi, yang mendapatkan atribut secara cuma-cuma dari Go-Jek. Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan penggantian logo perusahaan yang telah sembilan tahun beroperasi itu.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved