Kerap Jadi Sebab Tindakan Asusila, Pemerhati Anak: Pacaran Tidak Artinya, Lebih Baik Berkarya

Anak usia sekolah rentan menjadi korban maupun pelaku tindak kekerasan seksual, yang berawal dari menjalani hubungan kekasih atau yang biasa disebut

Kerap Jadi Sebab Tindakan Asusila, Pemerhati Anak: Pacaran Tidak Artinya, Lebih Baik Berkarya
HO/Pribadi
Adji Suwignyo, Pemerhati anak, yang juga Komisioner KPAI Kota Samarinda, sekaligus Koordinator Tim Reaksi Cepat Pencegahan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Perlindungan Anak (TRC PPTPPO PA) Kaltim. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Anak usia sekolah rentan menjadi korban maupun pelaku tindak kekerasan seksual, yang berawal dari menjalani hubungan kekasih atau yang biasa disebut pacaran.

Beberapa kasus tindak asusila di Samarinda yang ditangani Kepolisian, berawal dari hubungan pacaran yang berujung terhadap aksi asusila, pencabulan hingga persetubuhan.

Bahkan, beberapa kasus lainnya, remaja yang melakukan hubungan seksual layaknya pasangan suami istri justru merekam adegan tersebut dengan menggunakan smartphone, yang berujung tersebarnya video tidak senonoh itu.

Pemerhati anak, yang juga Komisioner KPAI Kota Samarinda, sekaligus Koordinator Tim Reaksi Cepat Pencegahan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Perlindungan Anak (TRC PPTPPO PA) Kaltim, Adji Suwignyo tidak menyangkal, jika pacaran dapat menjadi awal mula anak jadi korban maupun pelaku tindakan asusila.

Adji Suwignyo, Pemerhati anak, yang juga Komisioner KPAI Kota Samarinda, sekaligus Koordinator Tim Reaksi Cepat Pencegahan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Perlindungan Anak (TRC PPTPPO PA) Kaltim.
Adji Suwignyo, Pemerhati anak, yang juga Komisioner KPAI Kota Samarinda, sekaligus Koordinator Tim Reaksi Cepat Pencegahan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Perlindungan Anak (TRC PPTPPO PA) Kaltim. (HO/Pribadi)

"Beberapa kasus yang ada, memang berawal dari hubungan pacaran ini, hingga akhirnya berlanjut sampai terjadi kasus asusila," ucapnya kepada Tribunkaltim.co, Minggu (28/7/2019).

Lanjut dirinya menjelaskan, kasus yang terjadi terhadap anak, menurutnya tidak terlepas dari kurangnya perhatian keluarga, serta ketidakpedulian masyarakat.

Dia pun meminta kepada masyarakat, jika menemui anak maupun remaja yang sedang berdua-duaan, apalagi di kost-kostan, untuk menegur dan kalau perlu suruh pulang

"Sekarang ini kalau ada yang berduaan, apalagi di tempat gelap, atau kost, entah itu sesama jenis atau lawan jenis, lebih baik ditegur, suruh pulang, karena sekarang ini tidak menutup kemungkinan ada yang pacaran sesama jenis. Masyarakat harus peduli, jangan cuek lagi," jelasnya.

Ilustrasi
Ilustrasi (Female First)

BACA JUGA

DP2KB Benarkan Asusila Tinggi di Bontang, Bekali Pelajar Materi Pencegahan Kekerasan Seksual

Halaman
123
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved