Breaking News:

Subsidi Sekolah Sawasta Dinilai Salah Sasaran, Seharusnya Sistem Zonasi Yang Dievaluasi

Sebagian besar orangtua siswa di Kota Balikpapan mengakui, sejauh ini jika uang sewa gedung saja di sekolah swasta masih bisa dijangkau

Penulis: Zainul | Editor: Samir Paturusi
Tribunkaltim.co, Aris Joni
Suasana proses PPDB beberapa waktu lalu 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Rencana Pemerintah Kota Balikpapan untuk mensubsidi sekolah swasta tingkat SD dan SMP di Kota Balikpapan tahun 2020 mendatang , ternyata justru di anggap salah sasaran oleh sejumlah orang tua siswa di Kota Balikpapan.

Sebagian besar orangtua siswa di Kota Balikpapan mengakui,  sejauh ini jika uang sewa gedung saja di sekolah swasta masih bisa dijangkau dan tidak menjadi persoalan yang serius.

Justru kebanyakan orang tua siswa berpendapat bahwa yang menjadi persoalan serius dan harus di evaluasi itu adalah adanya pemberlakuan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Menurut Ahmad Sofyan, (48) pemberlakukan subsidi ke sekolah swasta tidak perlu dilakukan jika hanya subsidi tersebut hanya sebatas uang gedung saja, dan diyakini masih bisa ditanggung oleh orangtua siswa bersangkutan.

"Kalau subsidi hanya sebatas uang gedung saja saya rasa tidak jadi persoalan serius, masih bisa dijangkau.

Seharusnya yang perlu dievaluasi itu sistem zonasi bukan mengurusi subsidi sekolah swasta itu, sama saja kalau sistem zonasi tidak dirubah orang tidak bisa masuk sekolah juga kalau diluar zonasi itu, subsidinya hanya jadi milik orang lain kalau kita di luar zonasi," lanjutnya

Terpisah dari Wahidin (32) orangtua siswa yang juga menuturkan hal yang sama dengan Ahmad Sofyan.

Menurut Wahidin Pemkot Balikpapan salah sasaran jika Pemkot mensubsidi sekolah swasta, sementara sistem zonasi yang dinilai merugikan banyak orang justru diabaikan begitu saja.

"Apa lagi itu  salah sasaran namanya, harusnya zonasi itu loh yang dievaluasi kenapa harus urusin subsidi segala macam, percuma subsidi itu kalau kita tidak masuk zonasi sekolah.

Uang gedung itu kan masih bisa dijangkau, karena uang gedung itu dibayar hanya sekali saja, dan bisa dicicil," katanya

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved