Pekerja Tambang Tewas, Ini Hasil Pemeriksaan Disnaker Provinsi Kalimantan Timur

"Hari ini kami sudah melakukan investigasi, setelah mendapat informasi dan instruksi dari pimpinan Disnaker Kaltim," ungkapnya.

Pekerja Tambang Tewas, Ini Hasil Pemeriksaan Disnaker Provinsi Kalimantan Timur
TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN
Kecelakaan kerja yang merenggut nyawa pekerja tambang di Site Lati, Berau, kini sedang dalam investigasi aparat kepolisian dan Dinas Tenaga Kerja Kaltim. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kecelakaan kerja di lokasi tambang batu bara yang menewaskan Ahmad Najib Khoeroni (28 tahun), Karyawan PT Buma Job Site Lati, di area tambang front loading Pit West, ditindaklanjuti oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Disnaker melakukan investigasi di lokasi kejadian, Senin (29/7/2019).

Koordinator Pengawasan Disnaker Kaltim Wilayah Berau, Saban mengungkapkan, setelah mendapat informasi kecelakaan kerja, pihaknya melakukan investigasi di lokasi kecelakaan.

"Hari ini kami sudah melakukan investigasi, setelah mendapat informasi dan instruksi dari pimpinan Disnaker Kaltim," ungkapnya melalui pesan WhatsApp.

Dari hasil investigasi di lokasi, pihaknya menduga ada prosedur pengangkutan material yang dilanggar.

"Ada SOP (Standard Operating Procedure) Loading Material di area F front loading material yang dilanggar," ungkapnya.

Meski demikian, Saban menegaskan dugaan ini belum menjadi kesimpulan yang bersifat final.

Pihaknya masih akan menunggu hasil analisa data dan temuan lapangan dari hasil investigasi.

"Hasilnya akan dituangkan dalam nota pemeriksaan atau rekomendasi," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rochmad Wahyudi, Superintendent External PT Buma Lati belum membeberkan kronologis kecelakaan kerja yang merenggut nyawa pekerjanya.

Namun Rochmad mengklaim, saat kejadian, pihaknya melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi yang dilakukan oleh tim Emergency Response Group (ERG).

Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Abdul Rivai, Tanjung Redeb Berau untuk mendapat penanganan lebih lanjut, namun korban tidak dapat tertolong.

Secara internal, mereka juga melakukan Investigasi bersama tim Inspektur Tambang untuk mengetahui penyebab dan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Lagi, Satu Pekerja Tambang Batu Bara Tewas Tertimpa Longsoran

Lubang Bekas Tambang yang Makan Korban Jadi Perhatian, Wapres JK Singgung Samarinda dan Konawe

Pemerhati Sebut Samarinda Belum Kota Layak Anak, Jika Masih Ada Korban Meninggal di Lubang Tambang

“Untuk itu, semua pekerja harus memiliki kompetensi keselamatan yang tinggi dan bekerja sesuai dengan standar operasional keselamatan yang ketat. Para pekerja yang terlibat dalam operasional tambang perlu bekerja lebih keras lagi dalam upaya perbaikan berkelanjutan di bidang keselamatan kerja dan selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam bekerja di area masing-masing,” ujarnya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved