Menteri Disarankan Pakai Mobil Listrik Jadi Mobil Dinas, Ini Tujuannya

Kadin Indonesia menilai, Peraturan Presiden (Perpres) saja tidak akan cukup untuk mendorong penggunaan mobil listrik di Indonesia.

Menteri Disarankan Pakai Mobil Listrik Jadi Mobil Dinas, Ini Tujuannya
Warta Kota/Alex Suban
SERAHKAN KUNCI - Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono (tengah) didampingi Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor Yoshihiro Nakata (kiri) menyerahkan kunci mobil kepada Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Rabu (4/7). Toyota menyerahkan 6 unit Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle kepada Kementerian Perindustrian dan 6 perguruan tinggi negeri untuk bersama melakukan riset dan studi tentang pentahapan teknologi mobil listrik. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA-Presiden Joko Widodo akan segera  menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang mobil listrik di Indonesia. Namun nantinya aturan itu tidak cukup, namun perlu ada aksi nyata yang dilakukan para pembantu presiden seperti para menteri untuk menggunakan mobil listrik.

Bahkan mereka disarankan untuk menggunakan mobil listrik sebagai mobil dinas yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari. 

Bahkan  Kamar Dagang dan Industri ( Kadin) Indonesia menilai, Peraturan Presiden (Perpres) saja tidak akan cukup untuk mendorong penggunaan mobil listrik di Indonesia.

Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani mengatakan, perlu ada aksi nyata penggunaan mobil listrik oleh pemerintah. Misalnya dimulai dari mobil- mobil dinas para menteri.

"Menteri juga harus mencontohkan misalnya Camry (mobil dinasnya) gunakan Camry electric car atau hybrid car

Menurut saya bukan hanya dari Perpres saja tetapi lakukan juga, ganti mobil menterinya pakai elektrik semua. Jadi mesti harus ada action-nya juga gitu," ujarnya, Senin (29/7/2019).

Menurut Rosan, pengunaan mobil listrik oleh para menteri sangat penting karena akan memberikan persepsi publik yang positif.

Apalagi pemerintah sangat ingin industri mobil listrik Indonesia dikembangkan agar mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan lebih ramah lingkungan.

 "Kan itu nanti orang lihat bahwa negara kita serius memulai itu," kata dia. 

Sebelumya, seperti dikutip dari Antara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan, kendala penerbitan Perpres mobil listik karena adanya pro kontra di antara anggota Kabinet Kerja.

"Peraturan Presiden ditunggu hampir 1,5 tahun, debat antar menteri enggak selesai-selesai. Ada yang pro mobil listrik, ada yang melawan," ungkap Jonan di Jakarta, Minggu (28/7/2019).

Proses perdebatan panjang antar menteri itu terkait pembahasan komponen lokal yang kelak akan membantu produsen dalam memproduksi kendaraan listrik nasional. (*)

Baca Juga

Kadin Sarankan Menteri Gunakan Mobil Listrik, Menteri Jonan Ungkap Problem Internal

Tunggu Insentif Terbit, Gaikindo: Pelaku Industri Otomotif Sedang Menyiapkan Model Mobil Listrik

DFSK Turut Pamerkan Glory E3, Mobil Listrik Ramah Lingkungan di GIIAS

Selama Pelaksanaan GIIAS 2019 Berlangsung, Tercatat 472.956 Pengunjung

Mobil Listrik Kasuari Sambangi ITK Balikpapan, Menempuh Jarak 150 Km Sekali Cas

Di Tengah Ketidakpastian Brexit, Jaguar Land Rover Umumkan Siap Produksi Mobil Listrik di Inggris

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kadin Sarankan Menteri Gunakan Mobil Listrik sebagai Kendaraan Dinas, https://www.tribunnews.com/otomotif/2019/07/29/kadin-sarankan-menteri-gunakan-mobil-listrik-sebagai-kendaraan-dinas.

Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved