Ribuan Peserta BPJS Kesehatan PBI APBN di Samarinda, Dinonaktifkan Per 1 Agustus Mendatang

Pihaknya takut jika pemberhentian yang dilakukan pemerintah pusat ini akan menimbulkan keluhan dari peserta kelas tiga yang tidak bisa lagi memanfaat.

Ribuan Peserta BPJS Kesehatan PBI APBN di Samarinda, Dinonaktifkan Per 1 Agustus Mendatang
Tribunkaltim.co/ Samir Paturusi
Proses pelayanan di BPJS Kesehatan 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dana anggaran untuk 2.651 peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) akan mulai di non aktifkan per 1 Agustus 2019 mendatang, dan rencananya akan diambil alih Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Sekretaris Kota (sekkot) Kota Samarinda Sugeng Chairuddin, memastikan pihaknya akan segera membuat surat usulan kepada Walikota Samarinda, untuk pelaksanaan tersebut, sebagai bahan pertimbangan.

“Dari hari ini saya sudah minta surat telaah staf tersebut, yang hari ini tadi sudah selesai dibuat oleh Dinas Sosial. Karena tanggal 1 jatuh pada hari Kamis, kasihan warga kalau ada yang berobat sampai ditolak pihak rumah sakit lagi,” ungkap Sugeng, Selasa (30/7/2019).

Sebelumnya, dalam rapat forum komunikasi pemangku kepentingan BPJS Kesehatan, yang berlangsung Senin (29/7/2019) siang kemarin, di Balaikota, Kepala Cabang BPJS Samarinda, Octovianus sempat mengatakan saat ini ada sebanyak 2.651 jiwa PBI yang dibiayai APBN, dan terhitung 1 Agustus nanti akan di non aktifkan.

Pihaknya takut jika pemberhentian yang dilakukan pemerintah pusat ini akan menimbulkan keluhan dari peserta kelas tiga yang tidak bisa lagi memanfaatkan kartu saat berobat.

“Sementara disisi lain ada penambahan sebanyak 4.000 peserta PBI yang dibiayai APBN yang bakal aktif,” kata Octavanus.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar Pemkot Samarinda segera mengambil langkah cepat agar 2.000 peserta non aktif tadi bisa mendapat pendanaan lewat APBD, sehingga mereka yang memang betul-betul susah bisa terselamatkan saat berobat.

“Kalau kita hitung-hitung untuk mengcover peserta yang 2.000an tadi membutuhkan dana sebesar Rp 8,5 Milyar,”ungkapnya. ( )

Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved