Tenggat Setahun PT KHE Segera Mulai Konstruksi PLTA Besahan, Berikut Ulasan DPM PTSP Kaltara

Selain mobilisasi peralatan ke lokasi pembangunan bendungan, KHE juga harus membebaskan sejumlah lahan masyarakat di sekitar lokasi bendungan.

Tenggat Setahun PT KHE Segera Mulai Konstruksi PLTA Besahan, Berikut Ulasan DPM PTSP Kaltara
(HO/PUPR Perkim Kaltara)
Siteplan bendungan tahap I PLTA Besahan, Kabupaten Bulungan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pemprov Kalimantan Utara tidak mengetahui secara detil persoalan apa yang membelit PT Kayan Hidro Energy (KHE) hingga menyebabkan investor Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Besahan di Sungai Kayan, Kabupaten Bulungan itu belum juga memulai konstruksinya di lapangan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kalimantan Utara, Risdianto menegaskan, KHE telah diberi tenggat waktu setahun oleh pemerintah untuk memulai konstruksinya.

Peringatan ini dikeluarkan oleh Kemenko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Kepala BKPM RI Thomas Lembong.

"Waktu rapat koordinasi terakhir di Jakarta, KHE diberi tenggat waktu setahun untuk melengkapi izin yang masih kurang, termasuk untuk segera memulai konstruksinya. Pak Gubernur juga sudah sampaikan hal itu," kata Risdianto kepada Tribunkaltim.co, usai menjadi narasumber 'Respons Kaltara' di Kedai 99, Tanjung Selor, Selasa (30/7/2019).

Pasca rapat koordinasi di Jakarta bersama Menko Maritim, Bappenas, dan BKPM RI, PT KHE segera melaksanakan mobilisasi peralatan ke lokasi pembangunan bendungan tahap I di Sungai Kayan, Bulungan.

Dalam mobilisasi tersebut, KHE rencananya akan mengeruk sedimentasi sungai di beberapa titik untuk memudahkan mobilisasi masuk hingga ke pedalaman Dungai Kayan, di Kecamatan Peso.

"Izin pengerukan itu, kami (DPM PTSP Kalimantan Utara) yang menerbitkan. Mereka sudah koordinasi dan menyiapkan pengajuannya. Kami juga siap untuk tidak mempersulit, sesuai arahan Presiden," ujarnya.

"Standar kami secara administratif itu 5 hari kerja (izin kemudian terbit). Karena itu termasuk golongan C. Nanti sedimentasi itu bisa digunakan untuk keperluan konstruksi lain," tambahnya.

Selain mobilisasi peralatan ke lokasi pembangunan bendungan, KHE juga harus membebaskan sejumlah lahan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan bendungan.

"Saya tidak tahu persis luasannya berapa. Tetapi intinya tinggal sedikit lagi," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved