APBD Berau Tembus Rp 3,4 Triliun, Pemkab Berau Bangun Rumah Sakit

Selebihnya, digunakan untuk pembiayaan sejumlah proyek multi years contract (MYC), salah satunya untuk membangun rumah sakit yang baru.

APBD Berau Tembus Rp 3,4 Triliun, Pemkab Berau Bangun Rumah Sakit
TribunKaltim.Co/Geafry Necolsen
Pemkab Berau menganggarkan dana Rp 400 miliar untuk membangun rumah sakit baru, menggantikan RSUD Abdul Rivai yang kapasitasnya tidak lagi sebanding dengan jumlah penduduk. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - DPRD dan Pemkab Berau memggelar rapat paripurna untuk mengesahkan rancangan peraturan daerah (raperda) menjadi peraturan daerah (perda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan, tahun 2019, Rabu (31/7/2019) .

Dengan pengesahan perda ini, Pemkab Berau akhirnya bisa 'bernafas lega', setelah sempat mengalami defisit anggaran, tahun ini APBD Berau mengalami peningkatan drastis hingga menembus Rp 3,4 triliun.

"Ini adalah anggaran terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Berau ini ada," kata Muharram.

Dirinya merincikan, pendapatan daerah tahun ini mencapai Rp 2,6 triliun. "Karena ada silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) dari PSDH-DB, menjadi Rp 3,4 triliun atau mengalami kenaikan Rp 32,3 miliar," ungkapnya.

APBD yang cukup besar ini, kata Muharram akan digunakan untuk membayar utang Pemkab Berau terhadap sejumlah proyek yang berjalan.

Selebihnya, digunakan untuk pembiayaan sejumlah proyek multi years contract (MYC), salah satunya untuk membangun rumah sakit yang baru.

"Rumah sakit kita yang ada sekarang, RSUD Abdul Rivai sudah tidak lagi memadai kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk," ujarnya. Karena itu, Pemkab Berau akan melanjutkan program pembangunan rumah sakit yang sempat terbengkalai karena persoalan lahan beberapa tahun lalu.

Pemkab Berau, telah menganggarkan dana sebesar Rp 400 miliar untuk pembangunan rumah sakit tipe B dengan kapasitas 200 tempat tidur. Bupati Berau, Muharram pun telah meninjau sejumlah lokasi yang akan digunakan untuk membangun rumah sakit.

Muharram juga mengatakan, belum memutuskan status rumah sakit RSUD Abdul Rivai setelah rumah sakit yang baru terbangun. Namun menurutnya, banyak yang menyarankan agar RSUD Abdul Rivai tetap dioperasikan.

"Karena kita memang kekurangan rumah sakit. Kalau rumah sakit baru terbangun, yang lama. (RSUD dr Abdul Rivai) ditutup, bisa jadi kita masih kekurangan," jelasnya.

Karena itu, Muharram ingin melihat perkembangan setelah rumah sakit yang baru terbangun. "Kita lihat dulu perkembangannya apakah kita buka sebagai poliklinik tertentu atau tetap rumah sakit tipe C," kata Muharram.

Namun pemerintah tidak hanya fokus pada fisik bangunan rumah sakit, pasalnya hingga saat ini, Kabupaten Berau masih kekurangan banyak dokter. Jumlah dokter tidak sebanding dengan rasio penduduk. (*)

Baca Juga

13 Buruh Bangunan dari Bulungan, Terlantar di Kabupaten Berau

Kodim 0902/Trd Gandeng CSR PT Berau Coal Gelar Pasar Sembako Murah, Ribuan Warga Antusias

Dibubarkan Paksa, Buruh TKBM Tetap Bertahan, Bupati Muharram Sebut Ada Muatan Politik

Soal Piutang Rp 18 Miliar, Bupati Berau Muharram Minta PDAM Terbuka kepada Publik

Sambangi Warga Pedalaman, Ini yang Dikeluhkan Warga ke Bupati Muharram

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved