Bupati Berau Muharram: Jelang Pilkada, Jangan Bikin Polemik

rencana penataan Kampung Bugis dari Jalan Yos Sudarso sampai Jalan Pangeran Diguna yang padat penduduk itu, menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Bupati Berau Muharram: Jelang Pilkada, Jangan Bikin Polemik
Tribunkaltim.co, Geafry Necolsen
Pemkab Berau berencana membangun turap seperti di Jalan Ahmad Yani Tanjung Redeb ini. Pembangunan turap yang dianggarkan Rp 200 miliar ini merupakan bagian dari penataan kawasan kumuh di Kampung Bugis. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang rencananya akan digelar tahun depan, Bupati Berau Muharram meminta agar warga tidak memunculkan polemik di tengah masyarakat, khususnya yang menyangkut kebijakannya menata kawasan kumuh sesuai dengan program yang direncanakan ketika baru menjabat sebagai bupati 2016 lalu.

Apalagi menurut Bupati Berau Muharram, kebijakan ini bukan obsesinya secara pribadi. Bupati Berau Muharram mengatakan, penataan kawasan kumuh bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dari segi kesehatan dan juga perekonomian.

"Kalau lingkungan bersih dan rapi, bebas dari kesan kumuh, akan berpengaruh pada kualitas kesehatan. Secara ekonomi, kalau sebuah kawasan ditata dengan rapi dan cantik, nilai jual properti masyarakat juga pasti meningkat. Harga tanah pasti naik," kata Bupati Berau Muharram, Rabu (31/7/2019).

Bupati Berau Muharram mengakui, rencana penataan Kampung Bugis dari Jalan Yos Sudarso sampai Jalan Pangeran Diguna yang padat penduduk itu, menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Apa lagi, Pemkab Berau bersikeras tidak akan memberikan ganti rugi bagi rumah-rumah yang berdiri di atas bantaran Sungai Segah itu.

"Bangunan di atas sungai mana ada sertifikat (tanah)nya, tidak ada dasar bagi pemerintah untuk memberikan ganti rugi bangunan liar," tegas Bupati Berau Muharram.

Karena itu, Bupati Berau Muharram meminta kepada masyarakat agar tidak memunculkan pro dan kontra dengan kebijakan ini.

"Saya minta masyarakat agar memberikan pemahaman yang positif. Karena menjelang pilkada ini, hal-hal yang positif bisa menjadi negatif dan sebaliknya. Saya yakin betul (penataan kawasan kumuh) menjelang pilkada ini akan menjadi pro dan kontra.

Dan saya sebagai bupati mempertaruhkan ini, kalau tidak ada pro kontra, kita tidak akan bisa membenahi Kampung Bugis," tegas Bupati Berau Muharram.

Gubernur Kaltim Isran Noor didampinggi Bupati Muharram dan Duta Besar Seycell Niko Barito menggunting pita pameran Expo dalam ranglkaian pembukaan Peda KTNA X Kaltim di Berau, Sabtu (20/7/2019).
Gubernur Kaltim Isran Noor didampinggi Bupati Muharram dan Duta Besar Seycell Niko Barito menggunting pita pameran Expo dalam ranglkaian pembukaan Peda KTNA X Kaltim di Berau, Sabtu (20/7/2019). (HUMASKAB BERAU)

Apalagi, Kampung Bugis ini menurut Bupati Berau Muharram berada di antara Kecamatan Sambaliung dan Gunung Tabur yang sudah tertata rapi, sehingga kondisi kumuh di Kampung Bugis sangat kontras dilihat dari kedua sisi.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved